Bangun Harmoni Perdamaian di Kalangan Pemuda, GP Ansor Grogol Selenggarakan Coaching Clinic Mediasi Konflik di Surakarta

- Penulis

Minggu, 13 Oktober 2024 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SURAKARTA — Gerakan Pemuda Ansor Grogol menggelar kegiatan Coaching Clinic Pelatihan Keterampilan Mediasi Konflik Keagamaan yang dihadiri oleh 25 pemuda lintas agama di ballroom Hotel Sarila, Surakarta, Minggu (13/10/2024).

Kegiatan ini merupakan implementasi dari program Simpul Perdamaian Komunitas Muda, yang bertujuan untuk menciptakan ruang aman bagi pemuda dalam upaya rekonsiliasi konflik keagamaan di wilayah Solo Raya.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Grogol Fadhel Moubharok dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pemuda lintas agama dalam menciptakan harmoni sosial di tengah perbedaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fadhel juga menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi mediator yang efektif dalam menangani konflik berbasis agama di komunitas mereka.

Ketua Forum Pemuda Lintas Iman dan Kepercayaan Kota Surakarta, yang juga bertindak sebagai moderator, Yusuf DA, menyoroti pentingnya keterampilan mediasi konflik, terutama dalam konteks hubungan antar-agama, sebagai salah satu solusi untuk menjaga keharmonisan di masyarakat.

“Konflik keagamaan sering kali muncul dari kesalahpahaman atau kurangnya dialog. Melalui pelatihan ini, kita akan belajar bagaimana menciptakan dialog yang konstruktif dan menengahi perselisihan dengan cara yang damai,” jelas Yusuf.

Baca Juga :  Persiapan Pelantikan JATMAN Capai 70 Persen, Ribuan Tamu Terkonfirmasi Hadir

Manager of Advocacy dari Pusat Kajian Perempuan Solo (PUKAPS), Deana Sari, kemudian memberikan materi utama mengenai teknik-teknik mediasi dalam konteks konflik keagamaan.

Deana memaparkan strategi-strategi penting dalam mediasi yang dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi konflik berbasis agama. Ia menekankan pentingnya empati, keterbukaan, dan komunikasi yang efektif dalam proses mediasi.

“Mediasi bukan hanya tentang menyelesaikan masalah, tapi juga tentang membangun kembali kepercayaan dan menciptakan ruang untuk dialog yang damai,” ujar Deana.

Setelah pemaparan materi, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti simulasi mediasi konflik. Dalam sesi simulasi ini, peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang baru saja mereka pelajari.

Simulasi ini menjadi ajang bagi peserta untuk merasakan langsung tantangan yang mungkin dihadapi dalam situasi konflik nyata, sekaligus melatih kemampuan mereka untuk menjadi mediator yang efektif.

Sebagai kesimpulan, para peserta sepakat bahwa keterampilan mediasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikuasai pemuda, khususnya di wilayah Solo Raya yang kerap diwarnai oleh keragaman agama dan keyakinan.

Baca Juga :  Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Mereka juga merekomendasikan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan untuk memperkuat jaringan pemuda lintas agama yang berperan aktif dalam menjaga perdamaian.

Pada sambutan penutup, Fadhel Moubharok berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di komunitas mereka masing-masing.

“Kalian adalah pilar-pilar perdamaian yang akan menjaga keharmonisan di masyarakat kita. Jangan pernah ragu untuk berdialog, dan selalu jadilah jembatan penghubung antar keyakinan,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran pemuda sebagai agen perdamaian di tengah pluralitas keagamaan yang ada di Solo Raya.

Sebagai informasi, program ini terlaksana berkat dukungan dari Indika Foundation Impact Grant 2024. Dukungan ini penting untuk memberi ruang bagi para pemuda untuk terlibat aktif dalam upaya rekonsiliasi konflik keagamaan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari dan turut berkontribusi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Surakarta dan sekitarnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!
Pati Bersiap Punya Pabrik Tas dan Koper Raksasa! Investor China Bidik Serap 3.500 Pekerja Lokal
FKUB Kota Semarang Perkuat Toleransi Lewat Dialog Lintas Agama, Libatkan Pemerintah, DPRD, Akademisi, dan Tokoh Agama
Kejati Jateng Mulai ‘Resik-Resik’ SPPG, Semua Diperiksa dari Dekat!
Sulap Sampah Jadi Rupiah, Pemuda Disabilitas Sukoharjo Sukses Gelar Pameran Seni Ekologis dan Resmikan Unit Usaha
Warga Jateng, Masih Ingat Jateng Valley di Hutan Penggaron? Proyek Rp2 Triliun yang Kini Terbengkalai
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 05:40 WIB

BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:03 WIB

Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:28 WIB

Wali Kota Agustina Antar Semarang Sabet PAPTI Award 2026, Dinobatkan Jadi Kota Terandal!

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:30 WIB

Pati Bersiap Punya Pabrik Tas dan Koper Raksasa! Investor China Bidik Serap 3.500 Pekerja Lokal

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:51 WIB

FKUB Kota Semarang Perkuat Toleransi Lewat Dialog Lintas Agama, Libatkan Pemerintah, DPRD, Akademisi, dan Tokoh Agama

Berita Terbaru

Pemain muda Tim Spanyol, Lamine Yamal. (dok istimewa)

KABAR NUSANTARA

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Senin, 20 Jul 2026 - 09:38 WIB