Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemda Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada Nanti

- Penulis

Senin, 1 Juli 2024 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong pemerintah-pemerintah daerah (Pemda) beserta jajaran masing-masing untuk berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

Tito menilai, jumlah partisipasi pemilih yang tinggi merupakan salah satu indikator kesuksesan Pilkada 2024. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku yang diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (26/6/2024) lalu.

“Karena makin banyak, semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih, maka yang terpilih itu akan memiliki legitimasi atau dukungan rakyat yang kuat. Kalau partisipasinya rendah, dukungan rakyat akan lemah, pemerintahannya tidak akan kuat, kira-kira seperti itu,” kata Tito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Pemda, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menggalakkan partisipasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), peserta pemilu, serta media massa.

Baca Juga :  Mei 1998: Saat Mahasiswa Mengguncang Indonesia dan Menumbangkan Orde Baru

Adapun unsur seperti aparat keamanan hingga tokoh masyarakat juga diajak menggunakan peran aktif terkait hak pilih saat Pilkada mendatang

Tito menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat partisipasi pemilih tinggi. Menurutnya, capaian itu tergolong istimewa lantaran sistem pemilihan di Indonesia dilakukan secara sukarela, sementara di negara lain umumnya menggunakan sistem pemilihan secara mandatory atau bersifat wajib.

Negara yang menganut sistem pemilihan bersifat wajib, akan memberikan sanksi kepada warga yang enggan menggunakan hak pilih, seperti pemberlakuan denda.

“Indonesia adalah salah satu negara yang sukarela masyarakatnya memilih dengan tingkat partisipasi pemilih yang salah satu tertinggi di dunia, dibuktikan dalam pemilu yang kemarin hampir mencapai 80 persen,” ujar Tito.

Tito menambahkan, Pilkada 2020 memperlihatkan partisipasi pemilih yang tinggi. Saat itu, sebanyak 76 persen penduduk yang memiliki hak pilih tetap menyalurkan suara di tengah suasana pandemi. Sementara pada Pemilu 2019, capaian partisipasi pemilih juga terbilang tinggi hingga 81,97 persen.

Baca Juga :  Prabowo Murka! Direksi BUMN Bermental Raja Siap Disikat Kejagung

Tito berharap, gelaran Rakor Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 akan memperkuat kesiapan semua pihak untuk mendukung Pilkada.

Dirinya juga berharap Pilkada 2024 dapat berjalan dengan jujur, aman, adil, dan lancar. Terlebih, pelaksanaan Pilkada kali ini berlangsung secara serentak.

“Tentu ini akan membawa tantangan baru, bukan hanya bagi teman-teman aparat keamanan yang biasanya menggunakan sistem back-up dari wilayah yang tidak ada Pilkada ke daerah yang ada Pilkada, tapi juga pengalaman baru bagi penyelenggara, KPU, pengalaman baru bagi Bawaslu dan lain lain, termasuk bagi pemerintah,” kata Tito.

Dalam rakor tersebut, hadir pula Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Hadi Tjahjanto, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, dan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja. (CNN Indonesia)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB