Investasi Rp13 Triliun, Apakah Perusahaan China Akan Banjiri Kalimantan Timur?

- Penulis

Minggu, 23 Juni 2024 - 02:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Perusahaan pertanian China, Anhui Guangxin Agrochemical Co Ltd akan menggelontorkan investasi US$800 juta atau Rp13,1 triliun (Kurs Rp16.388 per dolar AS) ke Kalimantan Timur. Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik seperti ditulis CNN Indonesia, Jumat (21/6) 2024).

Rencana investasi itu ia dapat saat berkunjung ke China dari 19 sampai 22 Juni 2024 lalu. Ia mengatakan investasi akan digelontorkan ke bidang pertanian kimia seperti pestisida, herbisida, glifosat dan lainnya.

Baca Juga :  10.000 Kader NU Hadiri Apel Hari Santri Nasional 2024 di Sukoharjo, PCNU Sukoharjo: Jaga Jas Hijau dan Kenang Jasa Ulama!

Akmal menjelaskan Vice President Anhui Guangxin Agrochemical Co Ltd, Guo Xuejun telah melakukan survei ke beberapa lokasi di Indonesia untuk menanamkan investasi itu. Dan Kalimantan Timur menjadi daerah yang diminati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adapun nilai investasi terbagi menjadi dua bagian. Untuk investasi awal sebesar US$ 300 juta dan pengembangan selanjutnya sebesar US$ 500 juta dengan total investasi senilai Rp13 triliun,” kata Akmal.

Baca Juga :  Jokowi Duduk Sejajar dengan Prabowo-Gibran, Istana Bilang Situasional: Warganet Keburu Baca Politik?

Akmal mengapresiasi rencana investasi Anhui Guangxin Agrochemical. Apalagi, Kaltim adalah mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini tengah dipercepat pembangunan sektor pertaniannya.

Menurutnya, hal ini bisa mewujudkan ketahanan pangan di provinsi berjulukan ‘Benua Etam’ itu dan IKN.

Lantas, apakah perusahaan-perusahaan China itu akan membanjiri Kaltim? Kita lihat perkembangannya, ya! (***)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB