Prof. Gautam dari Jawaharlal Nehru University India Bahas Islam Nusantara di Kuliah MIP Unwahas

- Penulis

Sabtu, 22 Juni 2024 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi representasi dari Islam Nusantara diharapkan mampu menjadi ‘guide’ bagi Islam-islam lain di seluruh dunia. Hal itu dikatakan Prof Gautam Kumar Jha, dari Jawaharlal Nehru University India dalam kuliah tamu Magister llmu Politik (MIP) FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang, Sabtu, (22/6/2024).

“Islam Indonesia memang beda dari Islam-islam lain di seluruh dunia, termasuk di India. Islam di Indonesia bisa menghormati agama-agama lainnya, “ungkap Prof. Gautama, seperti disampaikan dalam perkuliahan MIP kelas filsafat.

Lalu, ia membandingkan konflik agama yang terjadi di India. Menurutnya, konflik etnis Muslim versus Hindu memang benar adanya. Namun konflik itu hanya muncul di perkotaan saja, sedangkan di pelosok India kehidupan antarumat beragama justru baik-baik saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di daerah perkotaan, konflik antaragama terutama di daerah basis jamaah tabligh. Ini pantas saja, karena jamaah tabligh dunia memang sentralnya ada di India, “papar guru besar kampus Jawaharlal Nehru University India itu.

Baca Juga :  Presiden AFC Shaikh Salman Puji Timnas Indonesia yang Telah Ukir Sejarah Baru Dunia Sepakbola

“Dan memang itu (baca: jamaah tabligh) seringkali menjadi pemicu konflik keagamaan di India. Secara karakter Keislamannya, kaku, dan seolah anti pada non-Muslim yang ada di sana, “imbuhnya.

Pakar politik internasional bidang kajian China dan Asia Timur itu mengatakan, faktor media sosial pada masyarakat perkotaan India juga rentan menjadi pemicu konflik antar agama di India.

“Selain itu, faktor sosial media juga menjadi pemicu konflik antaragama. Sedangkan di India tidak ada kementerian agama yang mengatur secara khusus bidang keagamaan seperti di Indonesia, “katanya.

Dikatakan pula, pemerintah India tak bisa mengatur sekaligus mengintervensi urusan agama bagi masyarakatnya. Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan tindakan jika terjadi konflik-konflik antaragama.

Baca Juga :  Ribuan Warga Padati Kirab Hari Santri MWCNU Sukorejo, H. Benny Karnadi Tekankan Pentingnya Fatwa Jihad

Singgung masalah sosial dan politik

Selain mengupas dinamika Islam di India, Prof Gautam, sebagaimana panggilan akrabnya, juga menarik korelasi dengan model Keislaman yang ada di Indonesia, serta bidang-bidang lainnya.

Pada sesi tanya jawab, peneliti India yang telah fasih berbahasa Indonesia itu menyinggung juga sistem ekonomi, politik dan pergulatan India dalam pergaulan internasional.

Ia juga menyinggung tentang program makan siang gratis yang telah berlangsung di negaranya sejak 40 tahun yang lalu. Ia mengatakan, setiap anak sekolah tingkat dasar (SD) hingga SMA mendapatkan makan gratis dari pemerintah.

“Di India, program makan siang gratis bahkan telah berkembang dan bertambah lagi, sarapan gratis. Jadi ada dua program makan gratis dari pemerintah, “tutupnya. (***)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK
Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan
Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga
Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?
Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?
Peserta Membludak! Belajar Bersama Persiapan Ujian PPAT 2026 Pengda IPPAT Kota Surakarta Berlangsung Meriah
BRT Trans Jateng Koridor Jekuti Segera Hadir? Jepara Sudah Siap, Kudus Menunggu, Pati Masih Tahap Masterplan
Pajak Kendaraan Banyak Nunggak, Bapenda Jateng Siapkan Jurus Baru Libatkan RT hingga RW
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:30 WIB

Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:18 WIB

Warga Harjowinangun Ramai-Ramai Usulkan Talut dan Betonisasi Jalan, Musrenbangdes RKPDes 2027 Jadi Ajang Curhat Pembangunan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Tanam Tabebuya Bareng, Kepala Daerah se-Jateng-DIY Tinggalkan Jejak Hijau di Salatiga

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Pemkab Pati Ajak Dunia Usaha Wujudkan Kabupaten Layak Anak: Apa Maksudnya?

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:16 WIB

Jateng Bakal Libatkan TNI-Polri Buat Tarik Pajak Desa: Bakal Serem, dong!?

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB