Kata Mendes Yandri, Kopdes Merah Putih Bukan Saingan BUMDes: Faktanya?

Mendes Yandri Susanto menegaskan Koperasi Desa Merah Putih bukan pengganti BUMDes. Keduanya justru diharapkan berkolaborasi untuk memperkuat ekonomi dan potensi usaha desa

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memaparkan soal program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Bandarlampung, Jumat (4/9/2026). ANTARA/Dian Hadiyatna

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memaparkan soal program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Bandarlampung, Jumat (4/9/2026). ANTARA/Dian Hadiyatna

SUARAMUDA.NET, BANDARLAMPUNG – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sempat memunculkan pertanyaan: bagaimana nasib BUMDes yang selama ini sudah berjalan di banyak desa?

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan, pemerintah tidak sedang membuat koperasi baru untuk menggantikan BUMDes.

Menurut Yandri, KDKMP dan BUMDes punya karakter dan fungsi yang berbeda. Karena itu, keduanya justru diharapkan bisa berjalan beriringan dan saling melengkapi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagaimana dengan BUMDes? Tetap jalan, karena memang ada perbedaan antara KDKMP dan BUMDes,” ujar Yandri di Bandarlampung, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga :  Lama-lama Kebijakan KDM Memang Cenderung Ugal-ugalan, Muhammadiyah Protes Soal Kuota Sekolah

Ia menjelaskan, KDKMP merupakan koperasi yang dimiliki masyarakat desa secara luas. Sementara BUMDes merupakan badan usaha milik desa yang menjalankan kegiatan usaha sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing desa.

Dengan pembagian peran tersebut, pemerintah melihat tidak perlu ada kekhawatiran KDKMP akan mengambil alih usaha BUMDes.

Justru, menurut Yandri, keduanya bisa dibuat seperti pasangan yang saling melengkapi. BUMDes bisa fokus mengembangkan potensi lokal, sedangkan KDKMP membantu memasarkan sekaligus mendistribusikan produk yang dihasilkan.

Misalnya, ada desa yang mengembangkan usaha ayam petelur, ayam pedaging, lele, nila, hingga desa wisata. Produk dan hasil usaha tersebut kemudian bisa disalurkan melalui KDKMP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Dekopinwil Sumsel Ngobrol Bareng Kadis Koperasi, Siap Gaspol Bantu Koperasi Maju!

“Jadi, saya kira tidak akan ada tumpang tindih. Justru bisa saling menguatkan satu sama lain,” kata Yandri.

Dengan konsep tersebut, KDKMP diharapkan bukan menjadi pemain baru yang berebut ruang dengan BUMDes. Sebaliknya, koperasi ini diarahkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang membantu produk lokal punya pasar lebih luas.

Artinya, BUMDes tetap jalan, KDKMP juga jalan. Tantangannya tinggal satu: bagaimana keduanya benar-benar bisa berkolaborasi di lapangan, bukan sekadar bagus di atas kertas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB