SUARAMUDA.NET, DEMAK — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kembali terasa di Desa Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, melalui gelaran Pulosari Fest Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (29/8) malam hingga Minggu (30/8), merupakan wujud kolaborasi kepanitiaan antara tim KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 75 dan IPNU-IPPNU Desa Pulosari.
Pulosari Fest diselenggarakan untuk menghadirkan kembali kemeriahan perayaan HUT RI di tengah keterbatasan kegiatan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Pulosari, Slamet Setiyo Budi, menyampaikan bahwa sebelumnya Desa Pulosari rutin mengadakan karnaval budaya sebagai bagian dari peringatan HUT RI. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kegiatan tersebut tidak lagi terlaksana.
“Biasanya di Desa Pulosari ada karnaval budaya untuk memperingati HUT RI, tetapi beberapa tahun terakhir sudah tidak ada. Terutama tahun ini, ada pemangkasan APBDes sehingga kegiatan desa sangat terbatas. Karena itu, kami mengamanahi tim KKN untuk membuat acara 17-an meskipun dengan dana yang sangat terbatas,” ujar Slamet Setiyo Budi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang hadirnya Pulosari Fest. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Posko 75 dan IPNU-IPPNU Desa Pulosari, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati suasana perayaan kemerdekaan secara bersama-sama.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (29/8) malam. Acara diawali dengan penayangan video profil Desa Pulosari yang diproduksi oleh tim KKN Posko 75. Selanjutnya, masyarakat diajak menyaksikan aftermovie rangkaian kegiatan KKN Posko 75 selama menjalankan pengabdian di Desa Pulosari.
Malam tersebut sekaligus menjadi momen perpisahan mahasiswa KKN Posko 75 setelah menyelesaikan berbagai program kerja selama berada di Desa Pulosari. Suasana haru mewarnai acara ketika perjalanan pengabdian mereka kembali ditampilkan melalui dokumentasi kegiatan.
Setelah rangkaian perpisahan, kemeriahan dilanjutkan dengan Pulosari Idol, yang menjadi salah satu acara hiburan utama pada malam pertama. Warga turut memeriahkan acara hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Kemeriahan berlanjut pada Minggu (30/8) pagi. Kegiatan hari kedua diawali dengan pembagian kupon doorprize dan senam kebugaran bersama. Setelah itu, masyarakat mengikuti berbagai perlombaan yang diperuntukkan bagi anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak.
Beragam kegiatan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme dan kebersamaan. Di sela-sela perlombaan, panitia turut membagikan snack dan minuman segar kepada peserta sebagai bentuk dukungan dan pelayanan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan.
Antusiasme warga juga terlihat dari keikutsertaan berbagai kalangan, termasuk para lansia. Bu Karti, salah satu warga lanjut usia yang mengikuti rangkaian acara, mengaku senang dengan kemeriahan Pulosari Fest.
“Acaranya meriah dan membuat kami senang, karena sudah beberapa tahun terakhir tidak ada acara 17-an dari desa. Terima kasih untuk tim KKN, semoga sukses selalu,” ungkap Bu Karti.
Selain hiburan dan perlombaan, Pulosari Fest juga menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Cek kesehatan gratis diselenggarakan melalui kolaborasi tim KKN Posko 75 dengan Charlie Hospital Demak. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut tanpa dikenakan biaya.
Ketua Panitia Pulosari Fest, Satria, yang juga merupakan anggota tim KKN Posko 75, menuturkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa KKN, masyarakat Desa Pulosari, dan IPNU-IPPNU sebagai mitra kolaborasi dalam penyelenggaraan acara.
“Kami berharap Pulosari Fest ini bisa menjadi momen kebersamaan antara warga Desa Pulosari dengan teman-teman KKN Posko 75 dan IPNU-IPPNU. Bukan hanya untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga untuk mempererat hubungan dan meninggalkan kenangan yang baik selama kami berada di Desa Pulosari. Semoga setelah kami kembali, masyarakat tetap mengingat KKN Posko 75 dengan kesan yang baik, dan apa yang kami lakukan bersama selama di sini bisa memberikan manfaat bagi Desa Pulosari,” ujar Satria.
Seluruh rangkaian Pulosari Fest Tahun 2026 dapat diikuti masyarakat secara gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan HUT RI, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara mahasiswa KKN, organisasi kepemudaan, pemerintah desa, dan masyarakat Pulosari.
Pulosari Fest sekaligus menjadi program kerja terakhir KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 75 sebelum para mahasiswa mengakhiri masa pengabdian dan berpamitan kepada masyarakat Desa Pulosari.
Selama berada di desa, mahasiswa KKN Posko 75 telah melaksanakan berbagai program kerja yang melibatkan masyarakat serta sejumlah lembaga dan pihak terkait.
Melalui Pulosari Fest, perpisahan tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian kegiatan KKN, tetapi juga menjadi sebuah kenangan bersama. Dua hari perayaan tersebut menjadi penutup perjalanan mahasiswa KKN Posko 75 di Desa Pulosari—sebuah perayaan yang mempertemukan semangat kemerdekaan, gotong royong, pelayanan kepada masyarakat, dan rasa kebersamaan sebelum akhirnya para mahasiswa kembali melanjutkan perjalanan mereka masing-masing. (Red)
Penulis: Najwa Shohib















Komentar