“Aku Terno Suntik, Awakku Loro Kabeh”: Garuda Luka dari Pati Jadi Simbol Penolakan Pembungkaman

Poster Garuda Pancasila penuh luka dari Pati viral di media sosial. Pesan “Aku Terno Suntik, Awakku Loro Kabeh” menjadi simbol keresahan rakyat dan penolakan terhadap pembungkaman suara

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Sebuah poster digital dari Pati, Jawa Tengah, tengah mencuri perhatian di media sosial. Bertajuk “AMPB Menolak Pembungkaman”, ilustrasi itu menampilkan Garuda Pancasila dalam kondisi penuh luka, tubuhnya diperban, kepalanya diplester, dan air mata mengalir dari kedua matanya.

Meski terluka, Garuda tetap mencengkeram erat perisai Pancasila yang terlihat retak. Di bagian bawah tertulis kalimat berbahasa Jawa, “Aku Terno Suntik, Awakku Loro Kabeh”, yang bermakna “Aku terus-menerus disakiti, seluruh tubuhku terasa sakit.”

Poster yang dikaitkan dengan AMPB, kelompok masyarakat sipil asal Pati, itu kemudian berkembang menjadi simbol kritik terhadap apa yang dinilai sebagai pembungkaman suara rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Garuda yang Terluka, Rakyat yang Merasa Sakit

Garuda dalam poster tersebut tidak digambarkan sebagai simbol negara yang gagah dan tanpa cela. Sebaliknya, ia tampil rapuh dan terluka.

Baca Juga :  Indonesia Juara Piala AFF U-19 2024: Alhamdulillah, Selamat!

Luka, perban, serta air mata menjadi metafora keresahan masyarakat yang merasa menghadapi tekanan, ketidakadilan, persoalan ekonomi, hingga suara yang tidak cukup didengar.

Namun, satu hal tetap dipertahankan: Garuda tidak melepaskan perisai Pancasila. Pesannya jelas. Kritik terhadap kondisi bangsa bukan berarti kehilangan kecintaan terhadap Indonesia. Justru, keberanian menunjukkan luka dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap negeri.

Dari Pati untuk Indonesia

Gerakan ini menarik perhatian karena lahir bukan dari pusat kekuasaan, melainkan dari Pati, Jawa Tengah, dengan semangat “Dari Pati, Untuk Negeri.”

Poster tersebut seolah ingin menyampaikan bahwa suara rakyat tidak hanya lahir dari Jakarta. Dari daerah pun muncul keberanian untuk menyampaikan keresahan dan mempertanyakan kondisi bangsa.

Kalimat “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat” yang turut menghiasi poster mempertegas pesan tentang kedaulatan rakyat.

Baca Juga :  Aceh Harus Menemukan Jalan Tengah, antara Hukum dan Perut Rakyat

Kritik, Bukan Berarti Membenci Negeri

Kekuatan poster ini terletak pada simbol yang sederhana tetapi mudah dipahami. Garuda yang terluka menggambarkan bangsa yang sedang menghadapi persoalan, sementara perisai Pancasila yang tetap digenggam menjadi tanda bahwa harapan belum ditinggalkan.

Pesannya pun terasa kuat: mencintai Indonesia tidak selalu berarti memuji. Terkadang, cinta justru ditunjukkan dengan keberanian mengakui bahwa ada luka yang harus segera diobati.

Dari Pati, poster “Aku Terno Suntik, Awakku Loro Kabeh” akhirnya menemukan gaungnya di ruang digital. Ia bukan sekadar ilustrasi, tetapi menjadi medium bagi keresahan publik untuk bersuara. Garuda boleh terluka, tetapi selama rakyat masih berani bersuara, harapan belum mati. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 97 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB