SUARAMUDA.NET, MANADO — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sulawesi Utara (STIE Sulut) memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama dengan Yayasan Malendong.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara STIE Sulut dan Yayasan Malendong yang dilaksanakan di lingkungan STIE Sulut, Jumat (21/8/2026).
Penandatanganan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan lembaga pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, masyarakat, maupun dunia kerja.
Yayasan Malendong melalui Malendong Education selama ini memiliki perhatian pada peningkatan kualitas SDM Sulawesi Utara melalui pelatihan keterampilan berbasis masyarakat.
Program yang dikembangkan mencakup berbagai keterampilan praktis yang diarahkan untuk meningkatkan kesiapan kerja dan mendorong masyarakat agar mampu membangun usaha secara mandiri.
Filosofi Malendong sendiri berasal dari istilah dalam bahasa daerah Sulawesi Utara yang bermakna bergotong royong atau bekerja bersama-sama. Semangat tersebut menjadi salah satu dasar dalam membangun kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam konteks perguruan tinggi, kolaborasi dengan Yayasan Malendong menjadi peluang bagi STIE Sulut untuk memperluas ruang pembelajaran mahasiswa agar tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
Mahasiswa dapat didorong untuk terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, pengembangan kewirausahaan, pendampingan UMKM, pelatihan manajemen, literasi keuangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga kegiatan yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Bagi STIE Sulut, kerja sama ini juga sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu membaca persoalan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
Sementara bagi Yayasan Malendong, keberadaan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dapat memperkuat aspek akademik, manajerial, penelitian, pengembangan program, serta peningkatan kapasitas masyarakat yang menjadi sasaran berbagai kegiatan pemberdayaan.
Malendong Education sendiri mengembangkan sejumlah program pelatihan keterampilan seperti teknisi AC, barber, pengelasan, teknisi listrik, menjahit dan tata busana, hingga bahasa Mandarin.
Program-program tersebut dirancang dengan pendekatan praktik dan diarahkan untuk membuka peluang kerja maupun kewirausahaan bagi peserta.
Kolaborasi STIE Sulut dan Yayasan Malendong dengan demikian memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan. Perguruan tinggi dapat menjadi pusat pengembangan pengetahuan dan inovasi, sementara lembaga pemberdayaan masyarakat dapat menjadi ruang implementasi berbagai gagasan tersebut di lapangan.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat melahirkan berbagai program bersama yang bersifat berkelanjutan, khususnya dalam menjawab kebutuhan SDM, pengembangan kewirausahaan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal.
Dengan semangat “Malendong” atau bekerja bersama, sinergi antara STIE Sulut dan Yayasan Malendong diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan SDM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, yayasan, dan masyarakat perlu mengambil peran masing-masing dan membangun kolaborasi yang saling menguatkan.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan ruang yang lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk belajar, bekerja, dan membangun kemandirian ekonomi. (Red)













Komentar