SUARAMUDA.NET, KENDARI — Pemerintah Indonesia resmi mengekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton beras pada Rabu (19/8/2026).
Capaian ini berhasil diraih setelah produksi beras mencatatkan surplus. Langkah tersebut menandai kesiapan pasokan pangan dalam negeri untuk mulai merambah pasar internasional.
Ketua DPD Tani Merdeka Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Abdul Muis, ST, mengatakan ekspor beras ke Malaysia menjadi bukti bahwa produksi beras nasional mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, sekaligus memasok kebutuhan pasar internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini prestasi yang sangat menggembirakan. Tani Merdeka Sulawesi Tenggara sangat mengapresiasi keberhasilan pemerintah melakukan ekspor beras ke Malaysia. Ini bukti bahwa sektor perberasan mengalami kemajuan yang pesat,” kata Abdul Muis dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, ekspor tersebut juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepercayaan diri petani Indonesia. Kemampuan menembus pasar internasional menunjukkan bahwa produksi beras nasional semakin berdaya saing.
“Ekspor beras ini harus menjadi kebanggaan, terutama bagi petani. Mereka adalah aktor utama yang menghasilkan beras sehingga surplus tercapai. Oleh karenanya, peningkatan produksi dan produktivitas harus terus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Abdul Muis menyebut bahwa produksi beras nasional pada 2026 diperkirakan stabil, tidak terlalu terdampak oleh El Nino. Kondisi inilah yang menjadi salah satu dasar pemerintah membuka ruang ekspor.
Abdul Muis juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus memperkuat cadangan beras nasional. Menurutnya, stok beras yang berada di Bulog hingga saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, sehingga memberikan ruang yang lebih kuat bagi pemerintah dalam menjaga pasokan dalam negeri sekaligus merambah pasar ekspor.
“Prestasi ekspor ke Malaysia ini harus menjadi awal dan kedepan makin ditingkatkan. Kita harus menjadi negara yang mampu swasembada dan menjadi negara eksportir beras yang kuat,” tegasnya.
Tani Merdeka Sulawesi Tenggara, lanjut Abdul Muis, siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat produksi pangan nasional.
“Kalau produksi terus meningkat, ekspor berkembang, dan harapannya kesejahteraan petani terus meningkat. Petani harus menjadi bagian utama dari keberhasilan ekspor pangan Indonesia,” pungkasnya. (Red)













Komentar