7 Wilayah Malaysia Dikepung Kabut Asap Karhutla RI, Udara Makin Tak Sehat

Asap karhutla dari Kalimantan terbawa angin hingga Sarawak. Tujuh wilayah Malaysia kini menghadapi kualitas udara tidak sehat

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ANTARA

Foto: ANTARA

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali bikin tetangga waswas. Kali ini, asap dari kebakaran di Kalimantan terpantau bergerak menyeberangi perbatasan dan membuat kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak, Malaysia, memburuk.

Bukan satu-dua wilayah. Tujuh kawasan di Sarawak tercatat masuk kategori kualitas udara tidak sehat. Kondisi ini membuat isu karhutla kembali menjadi persoalan lintas batas yang tak bisa dianggap sepele.

Data otoritas Malaysia menunjukkan sejumlah wilayah terdampak, yakni Serian, Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Bintulu, dan Mukah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serian menjadi salah satu wilayah dengan kondisi paling mengkhawatirkan. Pada pemantauan sebelumnya, indeks polutan udara (API) di kawasan tersebut bahkan mencapai 195.

Sementara itu, asap dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau bergerak dari Kalimantan menuju Sarawak.

Baca Juga :  Unik! Semangka Kherson Jadi Hidangan Istimewa untuk Peserta Festival Tavrida ART

Asap Tak Kenal Batas Negara

Persoalannya memang sederhana: asap tidak punya paspor. Ketika titik-titik api muncul di Kalimantan, terutama Kalimantan Barat yang lokasinya relatif dekat dengan Sarawak, arah angin dan kondisi atmosfer bisa membawa asap melintasi garis perbatasan.

Asean Specialised Meteorological Centre (ASMC) sebelumnya melaporkan peningkatan titik panas di Kalimantan Barat, termasuk kawasan di selatan Kuching.

Pemerintah Malaysia juga menyebut kondisi cuaca kering ikut meningkatkan risiko kebakaran dan kabut asap lintas batas.

Dari Indonesia, pergerakan asap menuju wilayah Malaysia juga terus dipantau. Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang meningkatkan pemantauan terhadap arah, ketebalan, hingga jangkauan asap yang berpotensi melintasi perbatasan.

Bukan Cuma Soal Pandangan Jadi Buram

Kabut asap bukan sekadar membuat langit berubah abu-abu atau jarak pandang berkurang. Ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan.

Baca Juga :  Akhir dari Boikot? IOC dan WADA Ubah Retorika Terhadap Rusia

Situasi ini juga menjadi alarm bahwa karhutla di Indonesia bisa memiliki efek domino hingga negara tetangga.

Pemerintah Malaysia bahkan memperkirakan kondisi jerebu dapat bertahan beberapa hari karena hujan yang turun belum cukup untuk membersihkan udara secara menyeluruh.

Untuk wilayah selatan dan barat Sarawak, faktor jerebu lintas batas disebut berkaitan dengan kebakaran terbuka di wilayah barat Kalimantan.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan karhutla Indonesia bukan hanya urusan dalam negeri. Ketika api membesar dan asap terbawa angin, dampaknya bisa menyeberang negara.

Tujuh wilayah Malaysia kini merasakan efeknya. Dan sekali lagi, kabut asap mengingatkan bahwa menjaga hutan bukan cuma soal menyelamatkan lingkungan Indonesia, tetapi juga menjaga udara kawasan Asia Tenggara. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 27 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB