Jateng Ajukan 7 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional 2026, Ada KH Sholeh Darat hingga Kakek Prabowo

Tujuh tokoh asal Jawa Tengah diusulkan sebagai Pahlawan Nasional 2026. Dua nama baru mencuri perhatian, yakni KH Sholeh Darat dan R.M. Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KH Sholeh Darat (gambar: kompas.com)

KH Sholeh Darat (gambar: kompas.com)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Jawa Tengah kembali mengirim nama-nama terbaiknya ke panggung nasional. Tahun ini, Pemprov Jateng mengusulkan tujuh tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional 2026.

Dua nama menjadi pendatang baru dalam daftar tersebut: KH Sholeh Darat, ulama besar asal Semarang, dan R.M. Margono Djojohadikusumo, tokoh nasional asal Banyumas sekaligus kakek Presiden RI Prabowo Subianto.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, seluruh usulan telah melalui proses kajian di tingkat daerah dan dokumennya kini sudah dikirim ke pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk tahun 2026 ini, ada dua nama usulan baru. Yang pertama KH Sholeh Darat, yang kedua R.M. Margono Djojohadikusumo,” ujar Imam, Selasa (18/8/2026).

Bukan Cuma Dua Nama

Selain KH Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo, Jateng juga kembali memperjuangkan lima tokoh yang sebelumnya pernah diusulkan tetapi belum mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Baca Juga :  Marching Band Pesantren Salafiyah Kangkung Berperan Penting di Upacara Hari Santri 2024 Kabupaten Kendal

Mereka adalah dr. Kariadi dari Kota Semarang, Bambang Sugeng dari Temanggung, Bambang Soeprapto Dipokoesoemo dari Banyumas, Basoeki Probowinoto dari Salatiga, serta Roebiono Kertopati dari Purworejo.

Pengusulan kembali bukan berarti para tokoh tersebut dinilai tidak layak. Menurut Imam, selama belum mendapatkan gelar, nama mereka masih bisa diajukan kembali sesuai mekanisme yang berlaku.

Bahkan, dr. Kariadi disebut telah beberapa kali masuk dalam pengusulan sejak 2014, tetapi hingga kini belum memperoleh gelar tersebut.

Ada Cerita Menarik di Balik Nama Margono

Nama R.M. Margono Djojohadikusumo juga menjadi perhatian karena ia merupakan kakek Presiden Prabowo Subianto.

Namun, ada fakta menarik: pengusulan Margono kali ini berasal dari kelompok masyarakat di Banyumas, sementara pihak keluarga Presiden Prabowo disebut belum berkenan mengajukan Margono sebagai Pahlawan Nasional. Meski demikian, proses pengusulan tetap berjalan melalui jalur resmi.

Baca Juga :  Dosen Global University Lebanon Kunjungi Pondok Pesantren Darul Amanah Sukorejo Kendal

Sementara itu, usulan KH Sholeh Darat berasal dari komunitas masyarakat dan mendapat dukungan Pemerintah Kota Semarang.

Selanjutnya Tinggal Menunggu Pusat

Setelah melewati kajian daerah, usulan tersebut diteruskan ke tingkat pusat untuk menjalani proses penelitian dan pengkajian lebih lanjut.

Masalahnya, persaingan tidak ringan. Setiap tahun gelar Pahlawan Nasional hanya diberikan kepada jumlah tokoh yang terbatas, sementara usulan datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Seleksinya sangat ketat, dan semuanya diserahkan mutlak kepada pusat, tidak bisa diintervensi dari mana-mana,” tegas Imam.

Keputusan final dijadwalkan diumumkan menjelang Hari Pahlawan pada November 2026.

Kini, tujuh nama dari Jawa Tengah tersebut tinggal menunggu satu tahap penting: apakah perjuangan mereka akhirnya mengantarkan nama-nama tersebut menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 41 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB