SUARAMUDA.NET, PURBALINGGA —Wisata berbasis sungai bukan hanya objek rekreasi, tapi juga ruang interaksi sosial. Warga desa dan wisatawan dari berbagai daerah bertemu, berbaur, dan saling belajar. Dari situ, nilai keadilan sosial ikut menguat.
Hal itu ditegaskan Anggota MPR RI Fraksi NasDem, Amelia Anggraini, dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema “Empat Pilar Kebangsaan dan Pariwisata Purbalingga” Kamis (5/2/2026).
“Wisata tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak. Petani, pelaku UMKM, pemuda desa, semua harus dapat ruang. Inilah makna keadilan sosial,” tegasnya.
Distribusi ekonomi yang adil dan keberlanjutan lingkungan, lanjutnya, adalah kunci agar manfaat pariwisata bisa dirasakan lintas generasi.
Amelia menekankan, persatuan dan keadilan sosial adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan.
Tanpa persatuan, maka pemberdayaan sulit jalan. Begitu pula tanpa keadilan, persatuan juga bisa rapuh karena ketimpangan.
Untuk itu solusinya dimulai dari hal sederhana, yakni jaga semangat gotong royong, merawat lingkungan, hingga menjadikan pariwisata sebagai ruang aktualisasi nilai kebangsaan
“Kalau nilai kebangsaan hidup dalam praktik, pariwisata bukan cuma maju — tapi juga bermartabat,” pungkasnya. (Red)