Milisi Kurdi Serang Garda Revolusi Iran, Teheran Mulai Diserang dari Dalam?

Serangan PJAK di Marivan menewaskan satu prajurit Iran dan memicu sorotan terhadap meningkatnya konflik internal di tengah tekanan geopolitik yang dihadapi Teheran.

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar; CNBC Indonesia

Gambar; CNBC Indonesia

SUARAMUDA.NET, SEMARANG— Iran kini bukan hanya menghadapi tekanan dari luar, tetapi juga mulai diguncang dari dalam negeri. Kelompok bersenjata Kurdi Kurdistan Free Life Party (PJAK) mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Iran di Marivan, Provinsi Kurdistan, Minggu (2/8).

Serangan yang terjadi di dekat Desa Sianav itu menewaskan seorang prajurit Angkatan Darat Iran bernama Abolfazl Goudarzi, sementara satu tentara lainnya mengalami luka serius.

Informasi tersebut juga dikonfirmasi oleh Hengaw Organization for Human Rights, lembaga pemantau HAM Kurdi yang berbasis di Swedia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan resminya, militer Iran menyebut pos perbatasan Brigade ke-328 diserang menggunakan drone bermuatan peledak, amunisi berkeliaran (loitering munitions), serta granat berpeluncur roket (RPG).

Di sisi lain, sayap bersenjata PJAK, East Kurdistan Defense Units (YRK), menyatakan operasi tersebut merupakan aksi balasan atas tewasnya tiga anggota keluarga Kurdi Tavakoli pada 26 Juli lalu yang diduga ditembak aparat keamanan Iran di jalan Baneh–Marivan.

Baca Juga :  Panama Rayakan 25 Tahun Pengalihan Terusan dari Amerika

“Kami tidak akan membiarkan tindakan Republik Islam terhadap rakyat Kurdi berlalu tanpa balasan,” tegas YRK dalam pernyataannya.

Korban dalam insiden sebelumnya adalah Mehdi Tavakoli, seorang fotografer sekaligus aktivis budaya Kurdi, bersama saudara perempuannya, Somayyeh Tavakoli, dan ibu mereka, Maryam Aslani.

Menurut Kurdistan Human Rights Network (KHRN) yang berbasis di Prancis, ketiganya merupakan warga sipil yang ditembak langsung oleh aparat Iran.

Namun, media pemerintah Iran membantah tuduhan tersebut. Mereka mengklaim ketiga korban adalah anggota PJAK yang tewas dalam baku tembak. Klaim ini ditolak oleh organisasi-organisasi HAM Kurdi.

Baca Juga :  Semai Semangat Ramadhan 1447 H, Pesantren 1000 Cahaya Ramadhan BAZNAS Indonesia Hadir di Bumi Syam

Serangan ini menjadi perhatian karena terjadi saat Iran kembali menghadapi ketegangan dengan Amerika Serikat pasca-gencatan senjata.

Munculnya serangan dari kelompok oposisi di wilayah barat memperlihatkan bahwa tekanan terhadap Teheran kini datang dari dua arah: ancaman eksternal dan konflik internal.

PJAK sendiri merupakan kelompok oposisi Kurdi yang berdiri pada 2003 di Pegunungan Qandil dan memiliki hubungan ideologis dengan Kurdistan Workers’ Party (PKK).

Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok ini dilaporkan semakin sering terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan Iran di wilayah Kurdistan.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Iran masih jauh dari stabil. Ketika tekanan geopolitik dari luar meningkat, konflik lama dengan kelompok-kelompok bersenjata di dalam negeri kembali memanas dan berpotensi membuka babak baru ketegangan di kawasan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!
Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air
Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Milisi Kurdi Serang Garda Revolusi Iran, Teheran Mulai Diserang dari Dalam?

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Berita Terbaru