Bea Cukai Mau Diganti AI? Luhut Lempar Sinyal Panas soal Reformasi Total Ekspor RI

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal beberapa fungsi Bea Cukai akan dialihkan ke DSI / (Foto: Ignacio Geordi Oswaldo/ detik.com)

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal beberapa fungsi Bea Cukai akan dialihkan ke DSI / (Foto: Ignacio Geordi Oswaldo/ detik.com)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan kembali bikin pernyataan yang menghebohkan. Kali ini, ia memberi sinyal bahwa peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ke depan bisa berubah drastis seiring hadirnya sistem digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Pernyataan itu muncul setelah pemerintah membentuk BUMN ekspor baru bernama Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Menurut Luhut, nantinya sebagian fungsi pungutan ekspor yang selama ini dilakukan Bea Cukai bisa dialihkan ke sistem terintegrasi milik DSI.

Artinya, tugas Bea Cukai bukan lagi jadi “penjaga gerbang” utama ekspor, melainkan lebih fokus ke pengawasan berbasis teknologi digital dan AI.

“Kalau memang nanti nggak perlu ya ngapain pakai-pakai Bea Cukai, atau tugasnya dia Bea Cukai ada tapi semua AI. Semua berbasis AI,” kata Luhut usai acara ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Pernyataan itu langsung memantik perhatian publik. Sebab, untuk pertama kalinya muncul wacana bahwa sistem birokrasi ekspor Indonesia bisa berjalan otomatis dengan dukungan AI, tanpa terlalu banyak campur tangan manusia.

Luhut menilai reformasi besar di tubuh Bea Cukai memang sudah waktunya dilakukan. Menurutnya, kehadiran badan ekspor baru harus dibarengi dengan perubahan sistem yang lebih modern, transparan, dan minim celah permainan.

Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci utama untuk menekan praktik manipulasi dan kebocoran penerimaan negara.

Baca Juga :  Respon Pengamat Soal Luhut yang Minta Kritik dengan Sopan: Negara Hancur Bukan Karena Pengkritik

“Kalau pertemuan orang ke orang, pakai akta integritas tidak ada yang benar itu satu pun. Hampir tidak ada lah yang saya tahu, pasti ada bermasalah,” ujarnya blak-blakan.

Mantan Menko Maritim dan Investasi itu percaya penggunaan AI akan memangkas interaksi langsung antara petugas dan pengguna layanan. Dengan begitu, proses ekspor dinilai bisa lebih bersih, cepat, dan sulit dimanipulasi.

Menurut Luhut, sistem berbasis AI juga bakal meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus mendongkrak penerimaan negara dari sektor ekspor sumber daya alam.

Kini publik menunggu: apakah era “Bea Cukai manual” benar-benar akan berakhir dan digantikan mesin cerdas berbasis AI? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB