Tambang Disorot! Aktivis Desak Aceh Laporkan IUP Bermasalah, Presiden Prabowo Subianto Turun Tangan!

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, BANDA ACEH — Isu tambang lagi panas-panasnya! Kali ini sorotan tajam datang dari Aceh. Ketua Umum PERLIBAS, Sadikin Arisko, angkat suara dan mendesak Pemerintah Aceh untuk gercep melaporkan izin tambang milik PT. Linge Mineral Resource (LMR) ke pusat.

Bukan tanpa alasan, desakan ini sejalan dengan sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang lagi getol “bersih-bersih” dunia pertambangan.

Dalam rapat kabinet baru-baru ini, Prabowo bahkan langsung memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menyikat habis tambang ilegal dan izin-izin bermasalah—terutama yang nekat beroperasi di kawasan hutan lindung.

Bukan Cuma Soal Tambang, Tapi Juga Budaya!

Sadikin menegaskan, masalah ini bukan sekadar urusan gali-menggali. Wilayah Linge di Aceh Tengah itu punya nilai lebih—bukan cuma kaya sumber daya alam, tapi juga sarat sejarah, adat, dan budaya.

“Kalau tambang dibiarkan liar, bukan cuma alam yang rusak. Situs budaya bisa hilang, dan kehidupan sosial masyarakat bisa goyah,” tegasnya.

Kebayang kan? Hutan rusak, budaya lenyap, masyarakat ikut terdampak. Ngeri!

Aturan Sudah Jelas, Tinggal Ditegakkan!

PERLIBAS juga mengingatkan, aturan soal tambang di Indonesia sebenarnya sudah clear banget. Mulai dari UU Minerba (UU No. 3/2020), UU Lingkungan Hidup (UU No. 32/2009) dan UU Cagar Budaya (UU No. 11/2010).

Baca Juga :  Wadidaw! Layar Interaktif Kemhan Menampilkan "Lorem Ipsum", Publik Pertanyakan Kesiapan Sistem Digital

Intinya satu, bahwa tambang harus ramah lingkungan, nggak boleh merusak budaya, dan wajib menjaga keseimbangan sosial.

PERLIBAS mendorong Pemerintah Aceh untuk nggak setengah-setengah. Harus transparan, akuntabel, dan segera koordinasi dengan pusat.

Mereka juga ngajak masyarakat buat ikut ngegas ngawasin kebijakan ini. Tujuannya jelas: biar nggak ada lagi “main belakang” yang bisa merugikan generasi sekarang—apalagi yang akan datang. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB