SUARAMUDA.NET, SAINT PETERSBURG — PERMIRA Winter Camp 3.0 yang diselenggarakan pada 20–22 Maret 2026 di Saint Petersburg dan Region Leningrad menuai apresiasi tinggi dari para peserta, baik dari Indonesia maupun Rusia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) Perwakilan Saint Petersburg ini mempertemukan sekitar 70 pemuda Indonesia dan Rusia dan dinilai berhasil menciptakan pengalaman lintas budaya yang mendalam, serta mendapat pengakuan langsung dari para pemimpin diplomatik kedua negara.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Jose Antonio Morato Tavares, dalam sambutan videonya menegaskan peran strategis diplomasi pemuda dalam hubungan bilateral.
“Selamat kepada Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan St. Petersburg (PERMIRA St. Petersburg) atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Saya berpesan agar mahasiswa Indonesia di Rusia untuk terus mempelajari dan memahami kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat. Agar tercipta saling pengertian yang baik dan jejaring persahabatan,” tutur Duta Besar Tavares.
Sementara itu secara online Duta Besar Rusia untuk Republik Indonesia, Sergey Tolchenov, juga menyampaikan pandangan serupa mengenai pentingnya kegiatan semacam ini.
“Sejarah kedua negara dan pengalaman dari generasi selanjutnya mengingatkan kita tentang nilai-nilai saling menghormati, dialog dan kerja sama antar masyarakat kita, “ujar Duta Besar Tolchenov.
“Terutama kegiatan ini secara simbolik diadakan di St. Petersburg, dimana merupakan kota yang terkenal akan kualitas pendidikan dan kebudayaan Rusia. Terima kasih banyak atas inisiatif Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan St. Petersburg (PERMIRA St. Petersburg)”.
Elizaveta Shurina salah satu peserta asal Rusia yang secara khusus datang dari Moskow untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan membagikan kesan mendalamnya.
“Saya sangat mengapresiasi tim konsumsi yang masakannya tidak hanya makanan khas Indonesia tetapi juga makanan khas Rusia. Sangat terlihat bahwa kegiatan ini disiapkan dengan sepenuh hati, “ujar Elizaveta Shurina.
Ia menambahkan, mungkin karena sudah terbiasa, makanannya tidak terlalu pedas, saya bahkan cukup menikmatinya. Saya berterima kasih sekali kepada tim konsumsi.
“Saya tidak tahu apakah seluruh orang Indonesia mendapatkan kursus makanan sebelumnya, tetapi rasanya luar biasa! Pertemuan-pertemuan ini membuat hubungan peserta dari kedua negara semakin akrab, semoga persahabatan ini berlangsung lama dan memberikan pengaruh positif terhadap hubungan Indonesia dan Rusia, “imbuhnya.
Sementara itu Fikria Shaleha, Ketua PERMIRA St. Petersburg, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini terutama dukungan dari KBRI Moskow dan Kedutaan Federasi Rusia di Jakarta.
“PERMIRA terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia pelajar Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama pemuda Rusia-Indonesia melalui instrumen diplomasi publik.” — ucap Fikria Shaleha, sekaligus mahasiswa S2 di Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University (20/03/2026).
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Museum Kereta Api Rusia, peserta dari Indonesia-Rusia-ASEAN mengikuti permainan petualangan edukatif tentang sejarah perkeretaapian.
Permainan ini dirancang oleh mahasiswa Indonesia dengan memanfaatkan website khusus untuk mengurangi konsumsi kertas, menunjukkan kolaborasi inovatif dalam penyelenggaraan acara.
Setelah sesi museum, kegiatan berlanjut di Glamping Yagoda dengan sesi permainan tradisional Indonesia-Rusia yang menjadi ajang saling mengenal budaya melalui aktivitas fisik yang interaktif.
Puncak acara adalah perlombaan penampilan kebudayaan “PERMIRA’s Got Talent”, di mana para peserta menampilkan bakat seni khas masing-masing negara.
Juara pertama diraih oleh Ilham Maulana asal Indonesia yang berhasil merepresentasikan kedua negara melalui tarik suara dengan lagu dari Indonesia dan Rusia. Juara kedua diraih oleh Kirill Agafonov dari Tula yang membagikan makanan khas daerahnya, Pryannik Tula, sementara juara ketiga diraih oleh Nikita Sokolov dari St. Petersburg State University.
Elizaveta Shurina, mahasiswi MGIMO University asal Rusia yang dinobatkan sebagai peserta terbaik asal Rusia, memuji kolaborasi budaya yang terjalin erat antara peserta dari berbagai negara selama tiga hari penuh kegiatan, menegaskan bahwa pertukaran pemuda seperti ini menjadi fondasi penting bagi penguatan hubungan bilateral di masa depan. (Red)