Rusia dan ASEAN Sepakati Dokumen Kebijakan Baru untuk Tingkatkan Kerja Sama Multilateral

- Penulis

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu dengan para duta besar negara ASEAN di Moskow, dengan agenda utama menyepakati dokumen kebijakan jangka menengah baru.

Dokumen ini akan menjadi landasan bagi penguatan kemitraan strategis Rusia-ASEAN ke depan, mencakup kerja sama bilateral dan multilateral.

Pertemuan pada 20 Maret lalu membahas secara substantif berbagai area kerja sama, termasuk upaya bersama mengatasi tantangan dan ancaman bersama, penguatan hubungan di bidang perdagangan, investasi, digitalisasi, serta energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus juga diberikan pada perluasan kontak pemuda dan bisnis. Agenda utama pertemuan adalah menyusun acara peringatan 35 tahun hubungan Rusia-ASEAN dan merampungkan dokumen kebijakan perencanaan baru yang komprehensif.

Baca Juga :  Jelang Jabatan Biden Berakhir, Dinamika Timur Tengah Disebut Washington Membaik: Benarkah?

Para pihak menekankan bahwa dialog Rusia-ASEAN memiliki peran penting dalam membangun arsitektur keamanan dan kerja sama di kawasan Asia-Pasifik yang didasarkan pada hukum internasional, kesetaraan, dan keterbukaan.

Pertemuan ini digambarkan berlangsung dalam suasana tradisional yang bersahabat, mencerminkan kedewasaan hubungan kedua pihak.

Peringatan 35 tahun hubungan diplomatik Rusia-ASEAN pada tahun 2025 menjadi momentum penting untuk merefleksikan pencapaian sekaligus merumuskan arah baru kerja sama.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia-ASEAN telah berkembang tidak hanya pada kerja sama ekonomi, tetapi juga pada isu-isu keamanan regional, diplomasi pencegahan bencana, dan kerja sama teknologi.

Baca Juga :  KBRI Islamabad Selenggarakan Shalat Id dan Halal Bihalal untuk Masyarakat Indonesia

Dokumen kebijakan baru ini akan menjadi panduan strategis di tengah pergeseran peta kekuatan global.

Penyelesaian dokumen kebijakan baru ini akan menjadi dasar bagi percepatan proyek-proyek kerja sama konkret antara Rusia dan negara-negara ASEAN.

Selain itu, penguatan kerja sama pada jalur ASEAN-BRICS yang turut dibahas dalam pertemuan ini membuka kemungkinan bagi peningkatan peran negara-negara Asia Tenggara dalam arsitektur multilateral yang lebih inklusif, seiring dengan semakin menguatnya pengaruh BRICS di panggung ekonomi dunia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia
Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?
Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di Tengah Peringatan 34 Tahun Hubungan Diplomatik
Arktik sebagai Medan Perang Baru: Ketika Isu Lingkungan Jadi Alat Geopolitik
Menperin RI Gelar Rangkaian Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 dengan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tatarstan
Kerennya China! Sudah Tanam 66 Miliar Pohon, Pertumbuhannya Malah Ngebut Kalahkan Hutan Alami
PM India Narendra Modi Sambangi Indonesia Pekan Depan, Temui Prabowo dan Kunjungi Yogyakarta
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:02 WIB

Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:58 WIB

Wow! China Resmi Tanam Chip Otak Komersial Pertama di Dunia, Siap Saingi Neuralink Elon Musk?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:37 WIB

Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di Tengah Peringatan 34 Tahun Hubungan Diplomatik

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:50 WIB

Arktik sebagai Medan Perang Baru: Ketika Isu Lingkungan Jadi Alat Geopolitik

Berita Terbaru