Israel Joint Board of Peace Bentukan Trump, Begini Kata Pemerintah RI

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Netanyahu menandatangani aksesi Israel sebagai anggota

Foto: Netanyahu menandatangani aksesi Israel sebagai anggota "Dewan Perdamaian (Board of Peace).". (X/Netanyahu)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Nama Israel resmi masuk dalam struktur Board of Peace (BoP), dewan perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Langkah ini langsung bikin publik bertanya-tanya: lalu bagaimana sikap Indonesia?

Pemerintah RI pun angkat bicara. Lewat Kementerian Luar Negeri, Indonesia menegaskan satu hal penting: kehadiran Indonesia di Board of Peace bukan bentuk normalisasi hubungan dengan Israel. Titik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Mulachela, menyebut posisi Indonesia di BoP murni demi misi kemanusiaan, khususnya untuk Gaza.

“Kehadiran Indonesia di Board of Peace tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak mana pun, atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara mana pun,” tegas Vahd, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga :  Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia

Menurutnya, langkah Indonesia semata menjalankan mandat internasional: melindungi warga sipil dan mendukung rekonstruksi pascaperang di Palestina.

Masuknya Indonesia ke BoP juga merujuk pada landasan hukum global, yakni Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang disahkan akhir 2025 lalu. Jadi, ini bukan langkah politik dadakan.

Apa Itu Board of Peace?

Board of Peace merupakan inisiatif yang digagas oleh Donald Trump untuk mengelola bantuan kemanusiaan dan pembangunan kembali infrastruktur di Gaza. Forum ini mempertemukan sejumlah pihak yang terlibat atau berkepentingan dalam konflik.

Baca Juga :  Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia: Mempercepat Dividen Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

Indonesia sendiri sudah bergabung sejak awal 2026. Namun, ketika Israel ikut masuk dalam struktur dewan tersebut, perdebatan langsung mencuat.

Publik mempertanyakan: apakah ini sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang “bebas aktif”?

Jawaban resmi pemerintah: iya, tetap bebas aktif. Ikut duduk di meja kemanusiaan bukan berarti mengubah sikap politik.

Isu ini pun diprediksi masih akan terus bergulir, apalagi menyangkut konflik Palestina yang sensitif bagi publik Indonesia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 26 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB