SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Band remaja asal Cinere, The Morbius, kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik dengan merilis single terbaru berjudul “Terdua” pada 6 Maret 2026.
Lagu ini menjadi karya terbaru mereka setelah sebelumnya merilis album perdana MASTERPIECE pada 2025.
The Morbius sendiri diperkuat oleh lima personel, yaitu Aditya Pertama pada gitar, Dica Melo pada drum, Cindy Queenara sebagai vokalis, Airlangga Dvitya pada keyboard, serta Putu Devi di posisi bass.
Band ini mengusung warna musik pop-rock yang memadukan kekuatan rhythm section dengan harmonisasi melodi yang khas.
Band ini sebenarnya sudah mulai terbentuk sejak akhir masa pandemi pada 2022. Saat itu, Aditya dan Airlangga yang merupakan kakak-beradik mengajak beberapa teman untuk berlatih musik di studio milik mereka di kawasan Cinere.
Seiring berjalannya waktu, keduanya merasa ingin membawa band ini lebih serius dan mulai mencari personel yang memiliki visi yang sama.
Melalui pencarian di media sosial, akhirnya Dica Melo dan Cindy Queenara bergabung sebagai personel. Formasi tersebut kemudian dilengkapi oleh bassist Revina sebelum akhirnya digantikan oleh Putu Devi pada pertengahan 2024. Sejak Desember 2023, formasi ini pun menjadi line-up solid yang terus berkarya hingga sekarang.
Perjalanan The Morbius juga cukup aktif di berbagai kompetisi musik. Sepanjang 2024, mereka tercatat mengikuti lebih dari 15 festival band remaja, baik di tingkat nasional maupun pelajar Jabodetabek.
Menariknya, dari berbagai ajang tersebut mereka berhasil meraih juara, bahkan 10 di antaranya adalah juara pertama.
Memasuki 2025, The Morbius memutuskan untuk tidak lagi mengikuti festival band dan lebih fokus tampil sebagai performer di berbagai acara pentas seni SMA di wilayah Jabodetabek. Sepanjang tahun tersebut, mereka tercatat tampil sebagai band performer di 13 acara pensi.
Dalam bermusik, The Morbius menghadirkan karakter pop-rock dengan sentuhan berbeda dari tiap personelnya. Pengaruh musik rock terasa kuat dari gitar dan drum, sementara bass membawa nuansa speed metal.
Keyboard banyak terinspirasi dari musik klasik, sedangkan vokal Cindy memiliki warna pop yang khas. Menariknya, Cindy juga memiliki kemampuan sebagai sinden Sunda yang turut memberi warna tersendiri pada karakter vokalnya.
Secara keseluruhan, band-band rock dan pop rock era 80 hingga 90-an menjadi inspirasi musikal bagi The Morbius.
Single terbaru mereka, “Terdua”, hadir dengan warna musik yang cukup berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya di album MASTERPIECE. Lagu ini lebih mengikuti dinamika industri musik saat ini, baik dari segi aransemen maupun tema lirik yang lebih dekat dengan realita kehidupan.
Secara lirik, “Terdua” terinspirasi dari kisah yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial tentang hubungan asmara seorang mantan pejabat daerah dengan seorang artis yang berujung pada runtuhnya rumah tangga.
Melalui lagu ini, The Morbius mencoba menggambarkan perasaan seseorang yang harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya tidak lagi menjadi satu-satunya dalam sebuah hubungan.
Proses kreatif lagu ini dimulai ketika Cindy dan Airlangga memainkan gitar bersama. Dari sesi tersebut, Cindy mulai menyusun melodi dan menyanyikan nada-nada yang berpadu dengan lirik yang sebelumnya telah ia tulis. Ketika dirasa memiliki potensi yang kuat, lagu tersebut akhirnya dibawa ke studio rekaman bersama dua materi lain.
Dalam proses rekaman, setiap personel diberikan kebebasan untuk mengekspresikan karakter musikal mereka masing-masing. Dengan arahan produser studio dan sound engineer, aransemen lagu pun berkembang melalui diskusi selama proses take instrumen.
Menariknya, pada bagian melodi gitar terdapat sentuhan inspirasi dari salah satu lagu Radiohead, yang saat itu sedang banyak didengarkan oleh Aditya.
Tidak ada pesan khusus yang ingin disampaikan melalui lagu ini. Bagi The Morbius, “Terdua” lebih menjadi bentuk ekspresi perasaan seseorang yang tidak pernah ingin diduakan, namun harus menghadapi kenyataan tersebut karena keadaan.
Meski baru dirilis, respon pendengar terhadap lagu ini terbilang sangat positif. Dalam waktu satu minggu, “Terdua” telah mencatatkan lebih dari 14 ribu streaming. Angka tersebut juga ikut mendorong peningkatan jumlah streaming lagu-lagu mereka sebelumnya.
Ke depan, The Morbius berencana untuk terus merilis single sebagai bagian dari persiapan album kedua mereka. Selain itu, mereka juga akan tetap aktif tampil sebagai performer di berbagai pentas seni sekolah, sekaligus memperluas promosi agar musik mereka semakin dikenal.
Lewat karya-karyanya, The Morbius juga berharap industri musik Indonesia terus diisi oleh karya-karya berkualitas dari musisi yang benar-benar memainkan musik dengan jiwa dan kemampuan nyata.
“Kami berharap pendengar bisa merasakan karakter dan jiwa dari musik kami. Terus putar lagu-lagu Indonesia dan semoga kejayaan musik era 80-an, 90-an, hingga 2000-an bisa kembali terasa,” tutup mereka. (Red)