Viral! Skincare Overclaim Bikin Heboh, Kamu Sudah Tahu?

- Penulis

Jumat, 6 Desember 2024 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Dunia skincare saat ini masih belum baik-baik saja, karena tengah menghadapi masalah serius akibat praktik overclaim, yang merujuk pada klaim berlebihan tentang manfaat produk.

Skincare overclaim kini menjadi topik hangat di media sosial—terutama Tiktok—berkat konten dari @dokterdetektif yang mengungkap klaim berlebihan produk skincare.

Apa itu overclaim dalam skincare?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara sederhana, overclaim adalah klaim berlebihan yang dibuat oleh produsen mengenai manfaat produk yang sebenarnya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah atau tidak sesuai dengan hasil yang dijanjikan.

Klaim seperti “mencerahkan kulit dalam satu minggu”, “hilangkan jerawat hanya dalam satu malam”, atau “kulit bebas kerutan seketika” adalah contoh klaim yang bisa disebut overclaim jika tidak didukung oleh bukti yang valid.

“Overclaim itu bentuk penipuan loh guys,oke doktif kasih ilustrasi nih dengan cara yang mudah banget kalian paham, misal kalian mau beli telur 10 butir dikasih nya cuma 1 butir protes nggak?ngamuk ngamuk nggak sama penjualnya” ujar doktif di salah satu video tiktoknya.

Selain itu, peran influencer dalam mempromosikan skincare overclaim sangatlah berpengaruh bagi para konsumen. Ia memainkan peran kunci dalam promosi produk, dengan memengaruhi keputusan pembelian audiens.

Mereka bahkan mampu meningkatkan ‘brand awareness’ melalui konten menarik yang terlihat lebih alami dibandingkan iklan tradisional, membangun kepercayaan dan kredibilitas merek di mata pengikutnya.

Baca Juga :  Batas Senja Gandeng Musisi Australia SHUMO AG di Single “Iron Veins”: Lagu Tentang Luka yang Dipendam dan Keinginan untuk Kembali Merasa Hidup

Contohnya, yakni dengan mengklaim manfaat yang tidak sesuai dengan kandungan sebenarnya, seperti serum yang diklaim mengandung 5% niacinamide tetapi hanya memiliki 2%.

Ilustrasi kosmetik (skincare)

BPOM Buka Suara

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menanggapi isu skincare overclaim dengan tegas. Mereka memberikan peringatan kepada produsen yang mencantumkan klaim tidak sesuai pada produk skincare.

Pelanggaran dapat berakibat pada pencabutan izin edar, penarikan produk, atau sanksi pidana hingga 12 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menuturkan overclaim terjadi saat mempromosikan produknya. Untuk itu, BPOM siap melakukan pembinaan jika ada overclaim karena berpotensi merugikan masyarakat.

BPOM juga berencana memperketat pengawasan distribusi produk skincare dan mengajak masyarakat untuk melaporkan produk yang mencurigakan. Ini bertujuan melindungi konsumen dari produk yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Dampak Overclaim bagi Konsumen

Klaim berlebihan yang sering dijumpai pada produk kecantikan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi konsumen.

Harapan yang tidak terpenuhi menjadi salah satu akibat utama, di mana konsumen memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap produk tersebut.

Ketika hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan janji, rasa kecewa dan frustrasi pun muncul. Selain itu, konsumen juga dapat mengalami kerugian finansial karena harus mengeluarkan uang untuk membeli produk yang tidak efektif meskipun harganya cukup mahal.

Beberapa produk yang mengandung klaim berlebihan bahkan dapat merusak kulit, karena mengandung bahan kimia keras yang berpotensi menyebabkan iritasi atau kerusakan kulit.

Baca Juga :  Sahabat Sejuk Nurul Hayat Berbagi Bahagia Bersama Pasien Anak Kanker

Akibatnya, kepercayaan terhadap produk kecantikan pun menurun, dan konsumen menjadi lebih skeptis terhadap klaim yang ada; bahkan sulit untuk mempercayai produk-produk kecantikan lainnya.

Saat memilih produk, penting untuk memastikan bahwa klaim manfaatnya telah teruji secara ilmiah untuk memastikan efektivitasnya.

Selain itu, hindarilah produk yang sering menawarkan potongan harga lebih dari 50% atau gimmick hadiah premium, karena hal tersebut bisa menandakan harga yang tidak wajar.

Sebaiknya, teliti ulasan dan rekomendasi dari berbagai sumber, bukan hanya dari influencer, agar mendapatkan informasi yang lebih objektif.

Terakhir, periksa komposisi bahan dalam produk tersebut, pastikan bahan-bahan yang digunakan terbukti efektif dan aman, serta hindari produk yang memiliki klaim tanpa bukti yang jelas.

Kehadiran influencer ‘dokter detektif’ telah membawa dampak signifikan dalam meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk skincare.

Melalui pendekatan investigatif dan edukatif, ia membongkar klaim berlebihan dari berbagai merek, serta mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam memilih produk.

Kontennya yang informatif dan menarik tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menginspirasi konsumen untuk memahami bahan-bahan yang terkandung dalam skincare yang mereka gunakan.

Dengan demikian, ‘dokter detektif’ berperan penting dalam menciptakan lingkungan pasar yang lebih transparan dan bertanggung jawab di industri kecantikan. (Red)

Penulis: Imelsa Septiana, mahasiswa Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB