Matahariku Mukhamat Kecam Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, DEPOK i — Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Depok, Matahariku Mukhamat, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Ia menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap aktivis pembela hak asasi manusia sekaligus ancaman serius bagi ruang demokrasi di Indonesia.

“Peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi bentuk intimidasi terhadap aktivis yang selama ini konsisten mengawal isu-isu HAM dan demokrasi. Negara harus memastikan bahwa ruang kritik tidak dibungkam dengan kekerasan,” ujar Matahariku dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.

Saat itu, Andrie baru saja menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas isu “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”

Menurut laporan sejumlah media nasional, saat Andrie mengendarai sepeda motor untuk pulang, ia dihampiri oleh pelaku yang datang dari arah berlawanan. Pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah wajah dan tubuh korban sebelum melarikan diri.

Baca Juga :  Lampion Menyala, Harmoni Terjaga! Wali Kota Semarang Gaungkan Persatuan di Imlek 2026

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, mata sebelah kanan, dada, dan tangan kiri.

Ia kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit untuk mencegah kerusakan permanen, terutama pada penglihatannya.

Perkembangan penyelidikan menunjukkan bahwa aparat kepolisian mulai mengidentifikasi pelaku. Berdasarkan analisis rekaman CCTV, Polda Metro Jaya menduga terdapat empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor dalam aksi tersebut.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban telah dikuntit beberapa hari sebelum serangan terjadi.

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan, yang turut menjenguk korban, menyatakan bahwa pola serangan tersebut menunjukkan indikasi kuat bahwa aksi itu dilakukan secara terorganisir dan memiliki niat serius untuk melukai korban secara permanen.

Kasus ini pun mendapat perhatian langsung dari pimpinan kepolisian. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan atensi khusus dan memerintahkan penyelidikan menggunakan metode scientific crime investigation untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.

Baca Juga :  Perkuat Barisan, Ketua PA GMNI Situbondo Nyatakan Dukungan Penuh untuk DPC PDIP Situbondo di Bawah Komando Andi Handoko

Sejumlah laporan media seperti Tempo.co, Kompas.com, dan CNN Indonesia juga menyoroti bahwa serangan ini diduga berkaitan dengan aktivitas Andrie Yunus sebagai pembela HAM yang aktif mengkritisi kebijakan keamanan negara, termasuk sikap kritisnya terhadap pembahasan RUU TNI pada 2025.

Menanggapi hal tersebut, Matahariku Mukhamat menilai bahwa kekerasan terhadap aktivis masyarakat sipil tidak boleh dibiarkan karena dapat menciptakan iklim ketakutan di ruang publik.

“Jika aktivis yang memperjuangkan keadilan bisa diserang dengan cara seperti ini, maka demokrasi kita sedang berada dalam bahaya. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas pelaku hingga aktor intelektualnya,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa PMII sebagai organisasi mahasiswa akan terus berdiri bersama masyarakat sipil dalam menjaga demokrasi dan melawan segala bentuk intimidasi terhadap pembela HAM.

“Mahasiswa tidak boleh diam. Demokrasi harus dikawal. Kekerasan terhadap aktivis adalah ancaman bagi kebebasan sipil yang menjadi fondasi negara demokratis,” pungkas Matahariku. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB