SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Isu utang negara sering kali jadi bahan perdebatan panas di ruang publik. Namun jika melihat datanya secara lebih tenang, posisi Indonesia ternyata masih tergolong aman—bahkan relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan laporan International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2025, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 41,1 persen.
Angka ini masih jauh di bawah batas psikologis 60 persen yang secara luas dipakai sebagai patokan kesehatan fiskal suatu negara.
Batas tersebut bukan sekadar angka global. Di Indonesia, prinsip serupa juga tercermin dalam aturan fiskal, salah satunya melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang mengatur agar pengelolaan defisit dan utang negara tetap berada dalam jalur yang aman dan berkelanjutan.
Jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, posisi Indonesia juga masih cukup kompetitif. Indonesia hanya berada di atas tiga negara dengan rasio utang lebih rendah, yaitu Brunei Darussalam (2,3 persen), Kamboja (29,3 persen), dan Vietnam (31,8 persen).
Sementara itu, beberapa negara lain justru mencatat rasio utang yang lebih tinggi. Filipina berada di angka 58,8 persen, diikuti Myanmar 63 persen, Thailand 66,7 persen, Malaysia 70,5 persen, hingga Laos yang mencapai 84,7 persen.
Yang paling mencolok tentu Singapura. Negara kota tersebut mencatat rasio utang terhadap PDB hingga 176,3 persen, tertinggi dalam daftar kawasan ini.
Namun para ekonom mengingatkan: angka rasio utang tidak bisa dibaca secara hitam-putih. Negara dengan rasio tinggi belum tentu sedang dalam kondisi fiskal buruk.
Banyak faktor lain yang ikut menentukan kesehatan keuangan negara, mulai dari struktur utang, biaya bunga, jangka waktu pinjaman, hingga kekuatan aset dan kapasitas ekonomi nasional.
Artinya, rasio utang hanyalah satu potongan dari puzzle besar bernama kesehatan fiskal. Dan setidaknya untuk saat ini, posisi Indonesia masih berada dalam zona yang relatif aman. (Red)