Rusia Kecam Serangan Udara Israel di Lebanon: Rumah Budaya Rusia Hancur, Ini Agresi Militer

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, NEW YORK — Dilansir dari TASS, Rusia melancarkan kecaman keras di forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait serangan udara Israel yang menghancurkan gedung Rumah Kebudayaan Rusia di Lebanon.

Wakil Tetap Wakil Rusia untuk PBB, Anna Evstigneeva, pada Selasa (11/3) di New York menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan agresi militer yang tidak dapat diterima.

“Kami dengan tegas mengutuk serangan ini, yang kami nilai sebagai aksi agresi militer terhadap sebuah lembaga yang beroperasi semata-mata untuk tujuan kemanusiaan dan pencerahan,” ujar Evstigneeva dalam sidang DK PBB (11/03/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia merinci bahwa pada 8 Maret lalu, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan roket terarah ke sebuah gedung lima lantai di kota Nabatiah, Lebanon. Gedung tersebut, yang di lantai dasarnya beroperasi Rumah Kebudayaan Rusia, hancur total dalam insiden tersebut.

Baca Juga :  Silo dalam Bayang-bayang Militer dan Aliansi Pertambangan

Rumah Kebudayaan Rusia di Nabatiah diketahui bekerja sama dengan badan federal Rossotrudnichestvo dan selama ini menjadi pusat promosi bahasa, budaya, serta proyek sosial-pendidikan Rusia bagi masyarakat Lebanon.

Evstigneeva menekankan bahwa fasilitas tersebut sama sekali bukan objek militer, sehingga serangan yang menyasar gedung ini merupakan pelanggaran norma hukum internasional.

Dalam pernyataan yang sama, diplomat Rusia itu juga menyoroti dampak serangan terhadap bangunan konsulat jenderal Rusia di Isfahan. Moskow, kata Evstigneeva, mengutuk semua bentuk serangan terhadap perwakilan diplomatik di mana pun terjadi.

Baca Juga :  Ketika Audit Internal Menjadi Benteng Etika Bisnis

“Kami mengutuk semua serangan terhadap perwakilan diplomatik di mana pun mereka berada,” tegasnya (11/03/2026).

Ia memperingatkan bahwa tindakan seperti ini tidak hanya menyalahi hukum internasional tetapi juga memperburuk eskalasi ketegangan yang sudah tinggi di kawasan Timur Tengah.

Dengan membawa isu ini ke forum tertinggi DK PBB dan menyebutnya sebagai agresi militer, Rusia memberi sinyal kuat bahwa insiden ini akan terus menjadi sorotan di panggung internasional dan berpotensi memicu langkah-langkah diplomatik lebih lanjut. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB