SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Kementerian Transportasi Rusia melaporkan bahwa lebih dari 45 ribu penumpang telah tiba di Rusia dari negara‑negara Timur Tengah dalam kurun waktu 2–8 Maret 2026.
Menurut keterangan resmi yang dipublikasikan pada 9 Maret 2026, arus kedatangan ini merupakan bagian dari operasi besar untuk mengangkut pulang wisatawan dan penumpang lain di tengah memburuknya situasi di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan di kanal Telegram resminya, Kementerian Transportasi menyebutkan bahwa lebih dari 45 ribu orang diangkut ke Rusia melalui 219 penerbangan komersial selama periode 2–8 Maret 2026.
Otoritas transportasi juga telah menyusun jadwal penerbangan lanjutan hingga pertengahan Maret untuk memastikan seluruh penumpang yang terdampak dapat segera kembali.
Pada hari‑hari berikutnya, diperkirakan lebih dari 7,5 ribu penumpang tambahan akan diterbangkan ke Rusia melalui 33 penerbangan dari berbagai bandara di Timur Tengah.
Dari jumlah tersebut, 31 penerbangan dioperasikan oleh maskapai Rusia dan asing dari Uni Emirat Arab, sedangkan dua lainnya dijadwalkan berangkat dari Qatar dan Oman.
Kementerian Transportasi menekankan bahwa pengaturan penerbangan ini dilakukan bersama Badan Penerbangan Federal (Rosaviatsia) dan otoritas penerbangan sipil negara‑negara di kawasan Timur Tengah.
Koordinasi lintas negara diperlukan karena sejumlah rute udara dan koridor transit harus diubah akibat penutupan wilayah udara di beberapa negara.
Untuk mengakomodasi tingginya permintaan penerbangan pulang, maskapai nasional Aeroflot menambah 25 pasangan penerbangan (frekuensi pergi‑pulang) melalui bandara‑bandara di Timur Tengah selama bulan Maret.
Langkah ini bertujuan memperluas kapasitas kursi bagi wisatawan Rusia yang sebelumnya menggunakan rute transit melalui kawasan tersebut.
Menurut juru bicara resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada 4 Maret diperkirakan sekitar 50 ribu warga Rusia berada di negara‑negara Timur Tengah.
Dari jumlah ini, sekitar 6–8 ribu orang mengalami kesulitan kembali ke tanah air akibat penghentian sementara penerbangan transit di Asia dan Afrika.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pemerintah untuk memastikan pemulangan seluruh wisatawan Rusia dari Timur Tengah menyusul memburuknya situasi keamanan di kawasan tersebut.
Menteri Pembangunan Ekonomi Maksim Reshetnikov menyatakan bahwa pada 28 Februari sedikitnya sepuluh negara menutup wilayah udaranya, sehingga lebih dari 250 penerbangan yang terkait dengan Rusia terdampak. (Red)