Menyelamatkan Bumi Jogja dari Hulu ke Hilir Lewat ECOnnect 2026

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, YOGYAKARTA — Kesadaran tentang keterkaitan ekologis antara hulu dan hilir masih sering terabaikan dalam upaya konservasi lingkungan.

Melalui program ECOnnect dengan tema Aksi Pemuda untuk Bumi Jogja, KOPHI Yogyakarta mencoba menjembatani pemahaman tersebut dengan mengajak 37 pemuda menelusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalo Kuning dari lereng Merapi hingga pesisir selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua umum KOPHI Yogyakarta, Rifka Agnes menjelaskan bahwa kegiatan ini terbagi dalam dua tahap.

“Tahap pertama Youth Climate Relay pada 1 Februari, di mana peserta mengunjungi tiga titik kritis aliran sungai. Tahap kedua Youth EcoAction Forum pada 8 Februari untuk merefleksikan pengalaman dan menyepakati temuan lapangan,” paparnya.

Di titik hulu, peserta mengamati kondisi mata air Umbul Lanang dan Umbul Wadon di Cangkringan yang masih terjaga namun mulai terancam alih fungsi lahan.

Baca Juga :  Khutbah Jum'at: Bahaya Lisan, Fenomena Media Sosial, dan Hikmah Kehidupan

Di titik tengah, mereka belajar dari keberhasilan PAMSIMAS Dusun Karanglo dalam menyediakan akses air bersih, sekaligus mengidentifikasi sumber pencemar potensial.

Di titik hilir, peserta melihat langsung tantangan yang dihadapi ekosistem mangrove Baros, mulai dari sedimentasi, sampah kiriman, hingga abrasi.

“Yang paling membekas bagi peserta adalah melihat langsung bagaimana sampah dari hulu terbawa hingga ke pesisir dan mengganggu ekosistem mangrove. Ini pengalaman yang tidak bisa didapatkan hanya dari buku,” ungkap Agnes.

Beberapa peserta memberikan kesaksiannya. Rihhadatul dari UII mengaku kegiatan ini membuka wawasan.

“Jarang main di pantai sehingga kurang mengerti keadaan di Yogya. Setelah ikut kegiatan ECOnnect ini jadi lebih sadar dan tergerak untuk lebih aware dan peduli lingkungan.”

Baca Juga :  Ketika Iman Menemukan Jalan di Tengah Modernitas

Sedangkan Kurniawan dari UGM menyoroti perlunya intervensi pemerintah. “Perjalanannya cukup menyenangkan dan memberikan pesan yang menarik. Prihatin dengan keadaan hulu karena hutan belum cukup menampung tadah hujan. Perlu peran pemerintah, belum adanya pengelolaan tambang yang terorganisir.”

Sebagai tindak lanjut, tim KOPHI Yogyakarta kini tengah menyusun EcoStory Book yang akan mendokumentasikan perjalanan, temuan, dan refleksi program.

Buku ini diharapkan menjadi media edukasi untuk mendorong kebijakan pengelolaan DAS yang lebih terpadu. Kolaborasi dengan TNGM, PAMSIMAS, dan Kelompok Tani Mangrove Baros juga akan terus diperkuat untuk program lanjutan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB