CELIOS: Gegara MBG Terbuang, Negara Rugi Triliunan per Minggu

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi jadi bahan omongan. Bukan soal gizinya doang, tapi soal nasib makanannya yang… berakhir di tong sampah.

Studi internal dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bikin kaget. Mereka menghitung potensi kerugian negara akibat makanan MBG yang terbuang bisa mencapai Rp 1,27 triliun per minggu. Yes, per minggu!

Peneliti CELIOS, Isnawati Hidayah, menyebut keresahan orang tua soal MBG memang nggak ada habisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari rasa yang kurang cocok di lidah anak-anak, kebersihan yang diragukan, sampai kualitas gizi yang dianggap belum maksimal.

“Makanannya itu banyak yang dibuang dan belum ada yang bisa meng-capture sebenarnya loss-nya itu seberapa,” ujar Isnawati dalam konferensi pers, Senin (23/2).

62 Juta Porsi Terbuang, Serius?

CELIOS bikin dua skenario hitungan: minimal dan maksimal.

Skenario minimal:
Sekitar 62 juta porsi terbuang tiap minggu. Potensi kerugian? Tembus Rp 622 miliar per minggu.

Baca Juga :  Janji 3 Bulan Ekonomi Cerah & Nggak Ada Pajak Baru, Menkeu Purbaya PHP atau Realita?

Skenario maksimal:
Kalau tingkat penolakan lebih tinggi, potensi kerugian bisa melejit ke angka Rp 1,27 triliun per minggu.

“Kalau kita pakai asumsi penolakan maksimal, itu bisa mencapai Rp 1,27 triliun setiap minggunya,” tegas Isnawati.

Duit Segitu Bisa Bayarin BPJS Jutaan Orang

Biar kebayang skalanya, CELIOS bikin perbandingan yang bikin geleng-geleng kepala.

Dalam skenario minimal, dana yang terbuang per bulan setara dengan pembayaran iuran BPJS Kesehatan untuk sekitar 15,5 juta jiwa selama satu bulan penuh.

Kalau pakai skenario maksimal? Bisa buat bayarin iuran BPJS sekitar 31,6 juta jiwa selama sebulan.

“Jadi sebenarnya uang yang terbuang sebanyak itu dalam perminggunya, kalau kita asumsikan satu bulan saja, bisa untuk membayar BPJS masyarakat secara gratis,” katanya.

APBN Sudah Digelontorkan Puluhan Triliun

Sebagai catatan, pemerintah berencana mengalokasikan sekitar Rp 62 triliun dari APBN pada kuartal pertama tahun ini untuk program MBG. Tahun lalu saja, realisasi belanja sepanjang tahun sudah mencapai Rp 51,5 triliun.

Baca Juga :  Baznas RI Buka Pendaftaran Beasiswa Untuk 10.000 Santri, Ini Dia Persyaratannya

Angkanya jumbo. Tapi kalau yang jumbo juga jumlah makanan yang terbuang, publik jelas mulai bertanya-tanya: ini program salah kelola atau salah rasa?

CELIOS: Stop Dulu, Beresin Dulu!

Atas temuan itu, CELIOS menyarankan moratorium sementara program MBG. Tujuannya bukan menghentikan selamanya, tapi membenahi total tata kelola dan distribusinya.

Rekomendasi mereka tegas, yakni moratorium sementara reformasi total tata kelola MBG serta audit transparan dan evaluasi menyeluruh.

“Rekomendasi kami konsisten, yaitu moratorium, reformasi total MBG, dan audit transparan evaluasi, sehingga mencegah pemborosan uang rakyat yang lebih besar,” pungkas Isnawati.

Programnya niatnya mulia: kasih makan bergizi buat anak-anak. Tapi kalau yang kenyang malah tong sampah dan yang kurus justru APBN, jelas ini PR besar yang nggak bisa dianggap sepele. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB