Prabowo Bantah Tudingan Diktator dan Kudeta

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto : Biro Pers Sekretariat Presiden

Sumber foto : Biro Pers Sekretariat Presiden

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan tegas terkait tudingan miring yang sering dialamatkan kepada dirinya dan institusi TNI.

Prabowo mengatakan, dirinya kerap mendapatkan tuduhan negatif terkait gaya kepemimpinannya sejak masa perjuangan hingga saat ini menjabat sebagai kepala negara.

“Saya berjuang terus, saya dituduh mau jadi diktator. Saya dituduh mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta,” ujarnya saat menghadiri acara di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Prabowo menegaskan, identitasnya sebagai prajurit tidak akan pernah lepas dari rakyat, karena TNI lahir dan besar bersama rakyat.

“Saya sejak muda bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari Tentara Nasional Indonesia. TNI adalah tentara rakyat, TNI lahir dari rakyat,” ungkapnya.

Presiden juga menyinggung peran besar para petani yang menjadi fondasi utama perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia di masa lalu.

Baca Juga :  Hindun Anisah Ajak Generasi Muda Perkokoh Persatuan Bangsa

“Yang memberikan makan kepada tentara pejuang-pejuang adalah para petani Indonesia. Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani kita,” tambahnya.

Langkah penegasan ini diambil untuk meluruskan persepsi publik dan menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan serta kekayaan negara.

“Saya tegakkan peraturan, tegakkan sesuai kepentingan bangsa dan negara. Saya tidak ikut-ikut yang lain-lain,” tutupnya. (Vianney)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB