Ilmuwan Rusia Turun Tangan! Jakarta Bisa Bebas Macet Lebih Cepat dari Dugaan!

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para ilmuwan Rusia memaparkan formula kunci dalam merancang kota yang efisien dalam seminar internasional di Jakarta. (Kompas.com)

Para ilmuwan Rusia memaparkan formula kunci dalam merancang kota yang efisien dalam seminar internasional di Jakarta. (Kompas.com)

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Kalau kamu merasa jalanan Jakarta makin bikin kepala berasap, tenang… para ilmuwan dari Indonesia dan Rusia ternyata lagi “ngobrol serius” buat nyari solusinya!

Yap, kemacetan yang seolah nggak ada ujungnya ini jadi topik hangat dalam kerja sama riset keren antara Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) FTUI dan Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University (SPbPU), sebuah kampus elite Rusia yang bahkan pernah melahirkan ilmuwan peraih Nobel. Keren, kan?

Riset Transportasi Rasa High-Tech

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam seminar internasional bertajuk “Land-Use and Transport Interaction Models” pada Rabu (19/11/2025), para ilmuwan SPbPU membeberkan rahasia membangun kota yang “jalanannya nggak bikin emosi”: yaitu menggabungkan tata ruang, sistem transportasi, dan prediksi kebutuhan mobilitas.

Salah satu pemateri, Dmitrii Plotnikov, menjelaskan bagaimana teknologi pemodelan berbasis data spasial bisa memprediksi pola gerak warga di masa depan—mulai dari kemana mereka akan pindah, bagaimana mereka akan bepergian, hingga di mana infrastruktur baru sebaiknya dibangun.

Baca Juga :  Solidaritas untuk Gamma: Pelajar-Alumni SMK se-Semarang Gelar Doa Bersama dan Desak Kepolisian Usut Tuntas!

Semua dihitung dengan rumus supermatematis yang bikin kita cuma bisa bilang: “Wah, canggih banget!”

Plotnikov juga menunjukkan bukti dari banyak negara bahwa integrasi antara tata ruang dan transportasi bisa menekan kemacetan dan bikin konektivitas antarwilayah makin kece.

GIS, Kota Pintar, dan Masa Depan Mobilitas

Seminar ini juga jadi ajang curhat sekaligus “brainstorming” teknologi. Hasilnya? Para peserta sepakat bahwa Indonesia perlu loncatan digital dalam merancang kotanya.

Beberapa poin pentingnya:

  • GIS (Geographic Information System) wajib masuk meja pengambil keputusan biar data spasial bisa divisualisasikan dengan lebih akurat.
  • Indonesia perlu model prediktif untuk mengantisipasi urbanisasi yang makin ngebut.
  • Intelligent Transportation Systems alias teknologi transportasi pintar harus segera diterapkan supaya sistem angkutan publik lebih responsif dan efisien secara real-time.

UI + SPbPU = Duo Riset Masa Depan

Baca Juga :  Antrean BBM Mengular di Aceh Selatan, Bupati Mirwan Imbau Warga Tetap Tenang

Direktur CSID FTUI, Mohammed Ali Berawi, bilang kalau kerja sama ini adalah langkah strategis buat Indonesia. Menurutnya, integrasi tata ruang dan transportasi bukan lagi pilihan—tapi kebutuhan mendesak.

“Lewat kolaborasi dengan SPbPU, kita memperkuat kapasitas riset dan membuka jalan untuk solusi mobilitas berbasis data serta teknologi,” ujar Ali.

Plotnikov juga memuji UI sebagai partner ideal karena kuat di riset multidisiplin dan punya visi sama dalam pengembangan urban mobility.

Kolaborasi ini bukan cuma menambah kekuatan akademik UI, tapi juga membuka peluang besar bagi kota-kota Indonesia untuk mengadopsi teknologi transportasi canggih ala Rusia—yang udah terbukti ampuh mengatasi problem kota besar.

Singkatnya, jika selama ini kamu cuma bisa pasrah menghadapi kemacetan, mulai sekarang boleh sedikit optimis. Bisa jadi, di masa depan kita bakal punya kota yang lebih pintar, mobilitas lebih lancar, dan… struk bensin yang nggak lagi bikin nyesek! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 27 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB