Tren Baru Umrah Mandiri dan Tantangan Biro Umrah

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: ibadah umrah. (gambar: pinterest.com)

POV: ibadah umrah. (gambar: pinterest.com)

Oleh: Didik T. Atmaja, pemimpin redaksi suaramuda.net

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Fenomena umrah mandiri kini makin ramai di kalangan calon jamaah Indonesia. Sejak Pemerintah Arab Saudi membuka akses visa elektronik (e-visa) dan meluncurkan aplikasi digital Nusuk, umat Muslim bisa mengatur sendiri perjalanan ibadahnya tanpa harus melalui biro perjalanan resmi.

Menurut data Kementerian Agama RI, jumlah jamaah umrah asal Indonesia mencapai 1.227.747 orang pada tahun 2023, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya (Kemenag, 2024). Dari jumlah itu, sebagian mulai memilih jalur mandiri: mengurus sendiri tiket, akomodasi, dan transportasi selama di Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biro Travel Mulai Kehilangan Pasar?

Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) mencatat, legalisasi umrah mandiri membuat sebagian biro kehilangan pelanggan hingga 20–30 persen, terutama dari kalangan jamaah muda yang sudah melek teknologi (Antara, 20/10/2025).

Ketua AMPHURI Firman M. Nur menyebut, fenomena ini menekan pendapatan biro dari jasa pengurusan visa, bimbingan manasik, hingga transportasi. “Biro kecil paling terpukul karena margin utama mereka berasal dari paket reguler,” ujarnya (Antara, 20/10/2025).

Baca Juga :  Langkah Penanganan Konflik, Badan Kesbangpol Kalimantan Timur Lakukan Penjajakan Kerja Sama dengan Lembaga Mediasi Konflik WMC UIN Walisongo Semarang

Namun, Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi memastikan sistem digital Nusuk justru membuka peluang baru bagi biro untuk bertransformasi menjadi penyedia layanan pendamping berbasis teknologi (Jakarta Daily, 23/10/2025).

Kenapa Jamaah Pilih Umrah Mandiri?

Peneliti pariwisata Islam dari Universitas Airlangga, F. Rahman, menjelaskan tren ini muncul karena tiga alasan utama: biaya lebih hemat, akses digital lebih mudah, dan keinginan untuk pengalaman spiritual yang lebih personal (Rahman, 2024).

“Anak muda sekarang ingin kebebasan dalam beribadah, tanpa harus terikat jadwal rombongan. Mereka ingin pengalaman yang lebih intim dan fleksibel,” kata Rahman.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mencatat peningkatan penggunaan aplikasi Nusuk hingga 45 persen di kalangan jamaah Asia Tenggara sepanjang 2024 (Ministry of Hajj and Umrah, 2023).

Risiko di Balik Kemandirian

Baca Juga :  Bupati Nonaktif Disinyalir Masih Mengendalikan Kebijakan, Pengamat Desak Mendagri Tambah Sanksi

Meski terlihat praktis, Kemenag mengingatkan jamaah agar tetap berhati-hati. Tanpa pendamping resmi, jamaah rentan menghadapi masalah administratif, kesalahan dalam tata cara ibadah, hingga kesulitan mendapatkan izin masuk area Masjidil Haram (Kemenag, 2024).

Pemerintah Indonesia tetap menekankan pentingnya berangkat melalui PPIU berizin, agar jamaah mendapat jaminan perlindungan, pembimbing manasik, dan bantuan darurat bila terjadi kendala di Tanah Suci.

Bukan Akhir bagi Biro Travel

Meski terdampak, sejumlah biro mulai beradaptasi. Beberapa menawarkan layanan semi mandiri seperti pengurusan visa saja, bimbingan manasik online, hingga jasa pendamping profesional (Asphirasi, 22/10/2025).

“Umrah mandiri bukan ancaman, tapi peluang untuk naik kelas. Biro bisa berperan sebagai konsultan ibadah, bukan sekadar agen tiket,” ujar perwakilan Asosiasi PPIU Asphirasi (Antara, 22/10/2025).

Dengan perubahan besar ini, industri umrah Indonesia sedang memasuki era baru — lebih digital, efisien, dan kompetitif. Bagi jamaah, pilihan makin luas; bagi biro, saatnya berbenah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal
Jagatara Indonesia Siap Kawal Mas Dar Pimpin BGN, Soroti Tantangan Program MBG
Sudaryono Dilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Langsung Ucap Sumpah di Hadapan Prabowo
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB

GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:04 WIB

Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:13 WIB

Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal

Berita Terbaru