Pernyataan Resmi Ketua LBH FKPPI Gede Sugianyar

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, DENPASAR — Menanggapi tuduhan terkait dugaan persaingan bisnis dan upaya mengambil klien dari Max Group, dengan tegas kami sampaikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

Faktanya, para korban datang sendiri kepada kami untuk meminta bantuan hukum atas permasalahan yang mereka alami. LBH FKPPI membuka pintu bagi setiap warga negara yang membutuhkan pendampingan hukum, khususnya mereka yang merasa dirugikan dan membutuhkan keadilan.

Sebelum dilakukan pendampingan, kami selalu meminta bukti dan melakukan verifikasi terlebih dahulu atas kebenaran laporan para korban, serta meminta mereka menandatangani surat kuasa secara sah dan sukarela.

Pendampingan hukum yang kami berikan juga bersifat pro bono (tanpa biaya), sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial lembaga bantuan hukum terhadap masyarakat yang mencari keadilan.

Oleh karena itu, tuduhan bahwa kami melakukan persaingan bisnis atau berupaya menjatuhkan nama Max Group adalah tidak berdasar dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Justru pihak yang menuduh perlu membuktikan dasar tuduhan tersebut secara objektif dan transparan.

Baca Juga :  Jangan Ragu, Hari ini Puasa Pungkasan, Besok Lebaran: Serentak!

Kami menegaskan bahwa LBH FKPPI bekerja secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, tanpa kepentingan bisnis atau upaya menjatuhkan pihak manapun.

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan, seharusnya membenahi kredibilitas dan kepercayaan publiknya sendiri, bukan menyalahkan pihak yang membantu korban mencari keadilan. (Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB