Setahun Pemerintahan Prabowo: Mengapa Peran Gibran Sebagai Wapres Masih Terlihat Sangat Minim?

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka. Dok Istimewa

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka. Dok Istimewa

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Setahun sudah duet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka berjalan. Namun, publik nyaris tidak melihat peran strategis dari sang wakil presiden muda.

Laporan Tempo (2025) menyoroti minimnya kiprah Gibran yang lebih sering hadir dalam acara seremoni dan kunjungan ke daerah ketimbang duduk dalam forum strategis kenegaraan.

Sumber Tempo menyebut, Gibran memang ditugasi Presiden untuk “memantau” program pemerintah di daerah. Namun dalam isu besar seperti perombakan kabinet dan perencanaan ekonomi nasional, Gibran nampak jarang dilibatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memang bisa jadi mempertegas watak sistem presidensial Indonesia yang menempatkan wakil presiden hanya sebagai “pembantu presiden”, sebagaimana tertulis dalam Pasal 4 ayat (2) UUD 1945 — tanpa rincian tugas dan kewenangan yang eksplisit.

Baca Juga :  Mahfud MD Tegas: Demo Sah, Tapi Jangan Sampai Jadi Perang Rakyat vs Aparat!

Akibatnya, ruang gerak seorang wapres sepenuhnya bergantung pada seberapa besar kepercayaan yang diberikan presiden.

“Jika presiden kuat, wapres cenderung menjadi figur simbolik,” kata Dr. Siti Zuhro (UGM, 2024) dalam Jurnal Ketatanegaraan.

Jika dibandingan dengan wakil presiden sebelumnya memperlihatkan jurang peran yang lebar. Jusuf Kalla, misalnya, dikenal aktif memediasi konflik dan memimpin negosiasi kebijakan lintas kementerian di era SBY.

Bahkan Boediono yang teknokrat pun memegang koordinasi kebijakan ekonomi makro. Sementara Ma’ruf Amin, meski terbatas, masih mengampu isu moderasi beragama.

Baca Juga :  Hendarsam Marantoko Resmi Ditunjuk Dirjen Imigrasi, Pemerintah Tekankan Penguatan Kedaulatan Hukum

Gibran, sebaliknya! Dia belum menampakkan agenda kebijakan personal yang menonjol. Manuver “Lapor Mas Wapres” yang ia luncurkan justru menuai teguran dari Istana karena dianggap tak berkoordinasi.

Hingga kini, peran Gibran masih terlihat sebatas pelengkap kekuasaan—belum menjadi mitra strategis presiden sebagaimana yang diharapkan publik. Mengapa?

Apakah tugas Wapres saat ini memang hanya sekedar pelengkap pemerintahan—ban serep yang menarik perhatian media ketika turun ke lapangan, namun belum jelas kontrol stir pemerintahan? Atau ….? Ada faktor lain? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB