Mengenal ‘Gerakan Rakyat’, Ormas Baru yang Dimotori Anies Baswedan

- Penulis

Minggu, 2 Maret 2025 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Sosok Anies Baswedan dalam deklarasi ormas

POV: Sosok Anies Baswedan dalam deklarasi ormas "Gerakan Rakyat" di Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025) lalu

SUARAMUDA, SEMARANG – Baru-baru ini publik Indonesia tengah disuguhkan kabar baru terkait pendirian ormas (organisasi masyarakat) baru bernama “Gerakan Rakyat”

Ditelusuri lebih lanjut, sosok yang menjadi ikon berdirinya ormas yang dideklarasikan di Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025) lalu, adalah Anies Baswedan.

Sosok Anies Baswedan bahkan menjadi inspirator pendirian ormas dengan warna khas oranye serta berlogo kentongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendaraan Anies ?

Dilansir Tribunnews.com (28/2/2025), sejumlah orang berpendapat, Gerakan Rakyat akan menjadi embrio partai politik baru yang nantinya akan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pilpres 2029.

Yang pasti motor penggerak ormas Gerakan Rakyat adalah kelompok relawan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Namun mengutip Kompas.com, pendirian Gerakan Rakyat dikatakan bermula dari kumpulan gerakan relawan Anies Baswedan pada kontestasi politik 2024.

Ketua Umum ‘Gerakan Rakyat’ yang juga Juru Bicara Anies, yaitu Sahrin Hamid, mengatakan, ide untuk membentuk Gerakan Rakyat sudah ada sejak 2023.

Baca Juga :  Main di PON XXI Aceh, Barongsai Kota Tegal Sumbang Medali Perunggu untuk Jateng

“Kita semua tahu Gerakan Rakyat lahir dari semangat perubahan, “kata Sahrin, dalam sambutannya di acara deklarasi dan pelantikan pengurus DPP Gerakan Rakyat, yang dihadiri Anies, Kamis, lalu

“Berawal dari inisiatif para relawan yang bergerak secara organik hingga pada 4 sampai dengan 6 November di Bogor 2023, kita bersepakat untuk melakukan konsolidasi secara menyeluruh,” lanjutnya.

POV: Sosok Anies Baswedan dalam deklarasi ormas “Gerakan Rakyat” di Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025) lalu

Ormas Gerakan Rakyat berdiri dengan jargon tegas ‘Gotong-Royong Untuk Indonesia’. Namun di bawahnya juga terdapat jargon lain yakni ‘Indonesia Menyala’.

Gerakan Rakyat berfokus pada pendidikan politik untuk rakyat. Ke depan, ormas ini berencana mendirikan sekolah politik kerakyatan atau mereka singkat sebagai “Spartan”.

“Kita akan mendirikan sekolah politik kerakyatan yang disingkat dengan “Spartan”, yang akan menjadi ruang edukasi politik bagi masyarakat di seluruh daerah,” tutur Sahrin.

Baca Juga :  Anies dan Gebrakan Ormas Baru "Gerakan Rakyat"

Posisi Anies?

Pada deklarasi yang juga pengumuman struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat, ternyata tidak ada nama Anies di dalamnya.

“Pak Anies adalah tokoh panutan, tokoh inspirasi dan kita tahu bahwa semangat perubahan simbolnya adalah Pak Anies,” kata Sahrin, dikutip dari Tribunnews

Sahrin juga tidak menjabarkan perihal akankah Anies Baswedan masuk dalam jajaran dewan pengurus di Gerakan Rakyat.

Dirinya hanya menjelaskan kalau keterkaitan Anies dalam ormas ini karena sosok tersebut merupakan cerminan perubahan yang senada dengan visi dari Gerakan Rakyat.

“Gerakan rakyat adalah gerakan perjuangan, gerakan perubahan. Sehingga tentunya relevansinya harus ada Pak Anies di situ menjadi bagian dari yang tidak terpesahkan dengan gerakan rakyat dan semangatnya,” kata dia. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 54 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB