Sinergi Lintas Sektor untuk Seko Rongrong, Sosialisasi Keberadaan KBEP, Pembentukan MPP dan Perhutanan Sosial

- Penulis

Minggu, 11 Mei 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, LUWU UTARA, SULSEL — Forum Kolaborasi KBEP menginisiasi diskusi strategis bertajuk “Persiapan Sosialisasi Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) Seko Rongkong” yang dilangsungkan di Cafe Softcofe, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (9/5/2025).

Dalam upaya memperkuat perlindungan hutan, mitigasi bencana dan mendorong pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat, diskusi ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

Sektor itu, antara lain UPTD KPH Kambuno, KPH Rongkong, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Utara, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Utara, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Luwu Utara.

Pertemuan tersebut membahas rencana kegiatan sosialisasi KBEP di wilayah Seko dan Rongkong yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi serta fungsi ekologis penting.

Selain itu, dibahas pula proses identifikasi dan pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di Kecamatan Rongkong, serta identifikasi dan pembentukan skema legal Perhutanan Sosial di Kecamatan Seko.

“Diskusi ini menjadi awal penting untuk menyatukan langkah dalam menghadirkan pengelolaan hutan yang lestari dan inklusif. Keterlibatan aktif masyarakat melalui MMP serta akses legal melalui skema Perhutanan Sosial menjadi kunci,” ujar salah satu perwakilan Forum Sosialisasi KBEP, Ahmad, dalam paparannya.

Baca Juga :  Tagar #BoikotTrans7 Meledak, Gara-Gara Tayangan XPOSE Soal Santri

Dalam diskusi tersebut, seluruh peserta sepakat bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

Oleh karena itu, strategi pendekatan yang akan digunakan adalah dengan menggencarkan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga hutan.

Serta, memberikan pemahaman mendalam tentang hak akses legal dan kewajiban dalam pengelolaan hutan melalui skema Perhutanan Sosial.

Kegiatan ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk mempercepat mengenalkan wilayah KBEP serta membuka ruang partisipatif bagi masyarakat adat dan lokal dalam menjaga kawasan hutan dan nilai-nilai ekosistem yang terkandung di dalamnya. (Red)

Penulis: Wanda Arethusa

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB