BPKS Sabang Jadi Lokus Studi Lapangan PKA II LAN RI, Soroti Kepemimpinan Adaptif dan Tata Kelola Berintegritas

- Penulis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SABANG — Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) menjadi lokus Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) II Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI tahun 2025.

Kegiatan ini menyoroti praktik kepemimpinan adaptif serta tata kelola berintegritas dalam pengelolaan kawasan strategis nasional berbasis maritim.

Ketua Kelas Kelompok 1 sekaligus Ketua Angkatan PKA II Tahun 2025, Mulizar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa BPKS Sabang merupakan contoh nyata bagaimana lembaga publik dapat menjalankan kepemimpinan yang responsif terhadap perubahan dan tantangan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat BPKS Sabang memiliki pola kepemimpinan adaptif yang kuat yang mampu menyesuaikan strategi dengan dinamika kebijakan dan tantangan tata kelola, tanpa kehilangan arah terhadap visi besar nasional,” ujar Mulizar, Minggu 12 Oktober 2025.

Menurutnya, BPKS berperan strategis dalam mendorong investasi, perdagangan bebas, dan pengembangan pariwisata bahari.

Dengan visi “Mewujudkan Pengembangan KPBPB Sabang yang berdaya saing, berwawasan maritim, dan terhubung secara global dalam mendukung Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045”, BPKS dinilai konsisten menerapkan prinsip transparansi dan kolaborasi dalam setiap kebijakan.

Baca Juga :  Semarang Membara: Demo 29 Agustus Makin Liar Tak Terkendali, Mobil dan Pos Polisi Dibakar

Data yang dihimpun peserta menunjukkan bahwa BPKS mengelola aset negara senilai Rp3,19 triliun, meliputi tanah, pelabuhan, properti investasi, dan sarana operasional.

Dalam periode 2020-2023, lembaga ini telah merealisasikan pembangunan infrastruktur senilai Rp119,53 miliar, difokuskan pada pengembangan pelabuhan, konektivitas jalan, serta revitalisasi destinasi wisata.

Dampaknya, pertumbuhan ekonomi Sabang meningkat dari -2,63% (2020) menjadi 2,96% (2023), disertai kenaikan signifikan pendapatan sektor pariwisata.

Meski demikian, studi lapangan juga mencatat sejumlah tantangan, di antaranya belum terbitnya Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR KSN) dan belum dimilikinya Hak Pengelolaan Lahan (HPL) oleh BPKS.

Ketiadaan dua instrumen penting itu dinilai membatasi efektivitas dan kepastian hukum dalam pengelolaan investasi.

Sebagai tindak lanjut, peserta PKA II LAN RI merekomendasikan penguatan kewenangan BPKS melalui pemberian HPL sebagaimana model yang diterapkan pada BP Batam. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kepastian hukum, menarik investor, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.

Baca Juga :  Rektor UNS Soroti Isu Ketahanan Pangan di Acara Muktamar Ilmu Pengetahuan ke-2 Lakpesdam PWNU Jateng

Tim juga mengusulkan inovasi Gerai Layanan Terpadu Digital, yakni platform daring yang mengintegrasikan proses perizinan dan penyebaran informasi investasi secara transparan dan cepat.

Mulizar menambahkan, praktik kepemimpinan di BPKS memperlihatkan kemampuan kolaboratif lintas lembaga serta pemberdayaan staf melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi.

“Kunci keberhasilan BPKS terletak pada kemampuan memimpin dengan nilai integritas, adaptasi, dan inovasi. Kepemimpinan yang kuat bukan hanya soal visi, tapi juga keberanian menghadapi ketidakpastian dengan solusi konkret,” tegasnya.

Informasi studi lapangan diperoleh langsung dari Kepala BPKS Dr. Iskandar serta Deputi Komersial dan Investasi BPKS Teuku Adriansyah, yang memaparkan strategi kelembagaan, capaian pembangunan, dan arah kebijakan penguatan kawasan maritim Sabang.

Melalui pendekatan Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound (SMART), rencana aksi hasil studi ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan BPKS Sabang, menciptakan kepastian hukum, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis maritim yang inklusif serta berkelanjutan. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB