Banggar DPR Tolak Tambahan Dana Rp14,92 Triliun, Apa Kabar IKN?

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Ibu Kota Nusantara (IKN) / (gambar: pinterest)

POV: Ibu Kota Nusantara (IKN) / (gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Harapan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mendapat tambahan dana Rp14,92 triliun di tahun depan kandas sudah.

Badan Anggaran (Banggar) DPR menolak usulan itu, membuat masa depan pembangunan IKN tahap II kian abu-abu.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono tak bisa menyembunyikan wajah lesu usai mendengar keputusan tersebut. Ia khawatir proyek IKN bisa terhenti alias “gatot” (gagal total).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, dana tambahan itu sangat krusial untuk membangun kawasan legislatif, yudikatif, dan infrastruktur pendukungnya.

“Ya jelas ada pengaruhnya. Bisa mundur lagi,” ujar Basuki di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Baca Juga :  Urgensi Revitalisasi ASEAN Regional Forum di tengah Tantangan Global

Padahal, Presiden Jokowi sudah menargetkan pembangunan ekosistem legislatif dan yudikatif di IKN Kalimantan Timur rampung pada 2028. Dengan begitu, IKN bisa resmi jadi ibu kota politik Indonesia.

Basuki menjelaskan, tambahan Rp14,92 triliun itu bukan di luar rencana, melainkan bagian dari kerangka anggaran Rp48,8 triliun untuk tiga tahun pembangunan IKN. Namun karena ditolak, anggaran OIKN tahun 2026 tetap di angka Rp6,26 triliun.

Dana tambahan tersebut rencananya digunakan untuk:

  1. Pembangunan lanjutan Rp4,73 triliun. Gedung DPR, DPD, MPR, ruang sidang paripurna, gedung MA, MK, KY, Masjid, Plaza Keadilan, jalan kawasan, hingga manajemen konstruksi induk.
  2. Pembangunan baru Rp9,59 triliun. Rumah tapak, hunian vertikal legislatif, yudikatif, ASN, serta masyarakat umum. Termasuk peningkatan jalan, jaringan air bersih, irigasi, dan utilitas kawasan.
  3. Pengelolaan Rp600 miliar. Untuk operasional dan pemeliharaan kantor presiden, istana negara, kantor kementerian koordinator, ruang terbuka hijau, sanitasi, hingga persampahan.
Baca Juga :  Nasib Pilu Menimpa Ayya! Meski Raih Skor SKD (CPNS) Tertinggi Se-Jawa Tengah, Dia Gagal Jadi PNS: Lha Kok Bisa?i

Dengan keputusan ini, tanda tanya besar pun muncul: bagaimana kelanjutan proyek ambisius IKN jika “bensin” tambahannya tak kunjung turun? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB