Negara-Negara Kecil Oseania Ikut Tolak Palestina Merdeka di PBB, Bikin Publik Geleng-Geleng

- Penulis

Minggu, 14 September 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Bendera PBB/ sumber: pinterest)

(Bendera PBB/ sumber: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Ada fakta menarik dari voting resolusi Palestina di Majelis Umum PBB, Jumat (12/9). Dari 10 negara yang menolak, ternyata sebagian besar justru datang dari kawasan Oseania—negara-negara kecil yang jarang terdengar namanya di panggung politik dunia.

Selain Israel dan Amerika Serikat yang sudah bisa ditebak, ada deretan negara mungil di Pasifik yang ikutan bilang “tidak” pada pengakuan Palestina merdeka. Mereka adalah Papua Nugini, Micronesia, Palau, Tonga, dan Nauru.

Baca Juga :  Serahkan Surat Kepercayaan, Dubes RI Resmi Mulai Bertugas di Pakistan

Padahal, resolusi ini disokong mayoritas besar: 142 negara mendukung, sementara hanya 10 yang menolak dan 12 abstain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Resolusi tersebut menegaskan dukungan terhadap pembentukan negara Palestina, kecaman atas serangan Israel ke Gaza, serta desakan agar Otoritas Palestina mengambil alih pemerintahan lewat komite transisi setelah gencatan senjata.

Keputusan negara-negara Pasifik ini langsung bikin publik geleng-geleng. Meski populasinya kecil dan pengaruh globalnya terbatas, suara mereka tetap punya bobot dalam sidang PBB.

Baca Juga :  Rostov Gelar Acara Peringatan untuk Korban Nazi dan Pahlawan Perang Dunia II

Tak sedikit yang menduga sikap mereka dipengaruhi kedekatan dengan sekutu kuat, terutama Amerika Serikat dan Israel.

Fenomena ini jadi bukti bahwa dalam geopolitik dunia, bahkan negara kecil di tengah Samudra Pasifik bisa memainkan peran—meskipun kontroversial—dalam isu sebesar kemerdekaan Palestina. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB