Rostov Gelar Acara Peringatan untuk Korban Nazi dan Pahlawan Perang Dunia II

SUARAMUDA.NET, ROSTOV-ON-DON, RUSIA —Kota Rostov-on-Don Rusia, baru-baru ini menjadi tuan rumah acara peringatan khidmat yang mempersatukan tiga momen penting sejarah Perang Dunia II.

Momen tersebut yaitu pembebasan kamp konsentrasi Auschwitz, pencabutan blokade maut Leningrad, dan kemenangan penentu di Stalingrad.

Acara bertajuk “Hari Pembebasan Auschwitz dan Genosida Rakyat Soviet” ini digelar di Dom Kino “Serikat Sinematografi Federasi Rusia” dan dihadiri secara langsung oleh perwakilan lebih dari 20 organisasi budaya serta masyarakat adat dari wilayah Don.

Partisipasi juga meluas secara daring, dengan sejarawan dari Moskow, Belarusia, Bosnia dan Herzegovina, dan Israel turut bergabung.

Tiga peristiwa bersejarah yang saling terkait menjadi inti digelarnya acara. Pertama, adalah pembebasan kamp konsentrasi dan pemusnahan Auschwitz-Birkenau di Polandia oleh Tentara Merah Soviet pada 27 Januari 1945, yang menyelamatkan ribuan tahanan terakhir dari jutaan korban kebiadaban Nazi.

Kedua, diperingati pula hari pencabutan blokade Leningrad pada 27 Januari 1944, setelah 872 hari pengepungan yang menewaskan sekitar satu juta penduduk terutama akibat kelaparan.

Ketiga, adalah kemenangan di Stalingrad yang secara resmi berakhir pada 2 Februari 1943, yang diakui sebagai titik balik utama perang di Front Timur yang memungkinkan serangan balik Soviet.

Dalam sambutannya, pemimpin gerakan patriotik regional “Dороги славы – наша история” (Jalan Kejayaan – Sejarah Kami), Aysa Kompaniyets, menyampaikan harapan agar semangat persatuan dapat menjaga sejarah bersama.

“Kami harus berbicara lantang tentang peristiwa-peristiwa kunci dan tentang heroisme rakyat Soviet. Sangat penting untuk mengingat ini bersama kaum muda, melibatkan mereka, dan berbicara dengan mereka tentang topik-topik ini, “ujarnya.

“Dalam aksi kami, banyak sejarawan ikut berpartisipasi yaitu mereka para spesialis dengan pendidikan profesional yang kuat, kami akan menunjukkan kronik pembebasan Auschwitz, dan para pemuda akan menyanyikan lagu-lagu yang terkait dengan peristiwa terpenting ini”

Direktur ANO “Pusat Strategi Media”, Mark Bykov, mengomentari penyatuan tiga tema besar dalam satu acara. Ia menekankan pentingnya prinsip menjaga dan melindungi kebenaran sejarah.

Bykov menyatakan bahwa tugas kunci saat ini adalah menyampaikan kepada generasi muda fakta-fakta yang tak terbantahkan tentang kebijakan rezim Nazi yang terarah dan sistematis untuk memusnahkan warga sipil.

Sementara itu, Wakil Direktur Pusat Ilmiah Selatan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (YuNTs RAN) Bidang Kerja Ilmiah, Evgeny Krinko, memberikan penjelasan mendalam tentang keterkaitan logis ketiga peristiwa tersebut.

“Mendekati hari penyelesaian Pertempuran Stalingrad – 2 Februari 1943. Tampaknya, itu memiliki arti lain – ini adalah kemenangan terbesar Angkatan Darat Merah, setelah itu serangan besar-besaran kami dimulai, “jelas Krinko.

Dikatakan, ketiga peristiwa tersebut terkait erat. Tanpa kemenangan di Stalingrad, tentara Soviet tidak akan bisa menerobos blokade Leningrad atau membebaskan Auschwitz-Birkenau, dan kemudian Auschwitz.

“Jadi ketiga peristiwa tersebut saling terkait dengan logika sejarah Perang Patriotik Besar yang keras – dan bagaimana sejarah itu bergema dalam ingatan kita, ” ujarnya.

Ketua cabang regional organisasi masyarakat- negara seluruh Rusia “Majelis Bangsa-Bangsa Rusia” di wilayah Rostov, Vladimir Nekrasov, menekankan bahwa acara ini sangat penting justru bagi generasi muda.

Menurutnya, sangat penting bagi kaum muda untuk mengetahui sejarah mereka dan menjaga memori sejarah tentang bagaimana semua bangsa di Uni Soviet multinasional bersama-sama berjuang melawan penjajah Nazi-Jerman, bagaimana setiap orang memberikan kontribusinya sendiri untuk Kemenangan besar ini.

Acara ini diselenggarakan oleh gerakan publik patriotik regional Rostov “Dороги славы – наша история”, ANO “Pusat Strategi Media”, dan Domo Kino “Serikat Sinematografer Federasi Rusia” di Rostov-on-Don.

Melalui pemutaran dokumenter sejarah dan pertunjukan seni oleh kaum muda, kegiatan ini bertujuan mengukuhkan pesan tentang keharusan mempertahankan memori sejarah yang akurat dan meneruskannya sebagai pelajaran berharga bagi generasi mendatang. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like