Ahmad Muzani: Penjahit Komponen Bangsa, Titisan Kaki Gunung Slamet

- Penulis

Rabu, 10 September 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Paijo Parikesit *)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG – Tantangan global hari ini sungguh luar biasa. Suhu geopolitik global makin panas, ancaman siber makin gila, plus politik dalam negeri yang kadang kayak roller coaster.

Pertanyaannya: siapa yang bisa jadi sosok penyeimbang? Jawabannya makin sering disebut: Ahmad Muzani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin dengan Soft Power

Muzani bukan tipe politisi yang doyan teriak-teriak atau bikin gaduh. Justru dia main dengan soft power—kekuatan halus yang bisa masuk ke semua lapisan tanpa bikin konflik makin ruwet.

Dari awal karier politiknya, dia nunjukin kalau komunikasi yang adem lebih bisa ngunci hati orang daripada kebijakan yang keras. Buat posisi sekelas Menkopolhukam, itu modal gede banget.

Soft Movement, Bukan Tangan Besi

Kalau banyak orang mikir stabilitas itu harus pakai tangan besi, Muzani beda. Dia lebih percaya sama soft movement—gerakan halus tapi ngena.

Baca Juga :  Tradisi Kejawen: Antara Spiritualitas dan Tuduhan Musyrik

Kayak penjahit, dia bisa merangkai potongan-potongan yang beda jadi kain besar bernama kebangsaan. Dari parlemen sampai arena politik praktis, dia udah buktiin bisa jadi penghubung, bukan pemecah.

Di politik Indonesia yang penuh fragmentasi, butuh figur yang bisa jadi “benang pengikat.” Muzani udah punya rekam jejak itu: diterima lintas kelompok, dihormati kawan, dan dihitung lawan. Dia bukan sekadar politisi partai, tapi mediator bangsa.

Titisan Kaki Gunung Slamet

Penulis bahkan kasih label: “titisan kaki Gunung Slamet.” Ini bukan sekadar kiasan puitis. Gunung Slamet itu simbol teguh, adem, tapi juga tahan banting.

Dan karakter itu ada di Muzani: tetap tegak di tengah badai, kalem saat genting, dan tetap membumi di tengah hiruk-pikuk politik. Pas banget buat kondisi bangsa yang gampang panas.

Baca Juga :  Prabowo, “America First 2.0”, dan Ujian Strategi Indonesia di Era Resesi Geopolitik

Sementara, Budi Gunawan jelas punya jasa besar, tapi tongkat estafet Menkopolhukam perlu figur segar yang bisa lanjutkan stabilitas sekaligus kasih warna baru.

Muzani punya track record panjang, loyalitas nggak diragukan, plus insting baca arah zaman.

Penjaga Stabilitas Indonesia

Buat Presiden Prabowo, Menkopolhukam itu harus kuat secara struktur tapi juga lentur secara budaya. Muzani pas banget: bisa bicara tegas ke dunia internasional, tapi tetap rangkul masyarakat di dalam negeri.

Makanya, kalau bangsa ini mau tetep kokoh di tengah pusaran global, naruh Ahmad Muzani di kursi Menkopolhukam bukan sekadar opsi—tapi strategi. (Red)

*) Paijo Parikesit, Pengamat Intelejen dan Politik

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Negara Sibuk Menjaga Perbatasan, Siapa yang Menjaga Pikiran Warganya?
Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita
Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:50 WIB

Ketika Negara Sibuk Menjaga Perbatasan, Siapa yang Menjaga Pikiran Warganya?

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:25 WIB

Ketika Jas Putih Ikut Berdarah, Kematian dr. Icha dan Cermin Buram Empati Kita

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB