Mengenal Patriot Bond yang Diluncurkan Pemerintah

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Persaingan merebut dana masyarakat makin panas! Setelah pemerintah, BUMN, hingga swasta berlomba menerbitkan obligasi, kini giliran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang unjuk gigi lewat produk baru: Patriot Bond.

Seperti namanya, Patriot Bond bukan sekadar soal cuan, tapi juga mengajak investor bersikap “heroik”. Kalau obligasi pemerintah atau swasta biasanya kasih imbal hasil 5–6 persen, Patriot Bond cuma menawarkan 2 persen untuk tenor yang sama.

Bedanya lagi, produk ini nggak dijual bebas di pasar keuangan, tapi hanya lewat private placement buat pengusaha nasional. Targetnya? Danantara ingin mengumpulkan dana segar sekitar Rp 50 triliun.

Sekilas, return kecil ini jelas kalah menarik dibanding instrumen lain. Tapi kabarnya, ada “bonus” non-finansial yang bisa didapat investor.

Misalnya, kedekatan dengan pemerintah, kemudahan perizinan, atau insentif tertentu. Makanya, banyak yang menilai Patriot Bond lebih ke ajakan “berbakti” demi pembangunan ketimbang sekadar investasi cari untung.

Baca Juga :  Traveling Vintage 2025: Ajak Pelajar Telusuri Warisan Budaya Leluhur di Kabupaten Nganjuk

Namun, kehadiran Patriot Bond juga menuai perdebatan. Ada risiko crowding out effect: persaingan memperebutkan dana bisa bikin bunga naik, biaya pendanaan makin mahal, dan sektor riil bisa melambat. Kalau itu terjadi, ambisi pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa jadi mimpi yang berat.

Singkatnya, Patriot Bond hadir sebagai instrumen unik: kecil imbal hasil finansialnya, tapi besar nilai patriotismenya. Pertanyaannya, apakah para pengusaha nasional mau menjawab panggilan ini? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB