Korupsi Masih Gila-Gilaan! Indonesia Nyangkut di Peringkat 99 Dunia, Ngeri!

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi korupsi (ganbar: pngtree)

Ilustrasi korupsi (ganbar: pngtree)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Governance, Risk Management, dan Compliance alias GRC lagi-lagi jadi sorotan. Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, menegaskan bahwa GRC bukan sekadar formalitas, tapi kebutuhan vital buat menghadapi tantangan tata kelola ke depan.

“Indonesia masih punya PR besar. Indeks Persepsi Korupsi 2024 kita ada di angka 37, dan peringkatnya ke-99 dari 180 negara,” ungkap Sophia saat Risk & Governance Summit 2025 di Balai Kartini, Selasa (19/8/2025).

Baca Juga :  Soal Rompi 'Putra Mulyono' Kaesang, ICW Membalas dengan Kaos 'Korban Mulyono'

Data lain juga bikin kita mikir: skor ICOR Indonesia ada di 6,33—menandakan iklim investasi kita masih kurang optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belum lagi B-Ready Index 2024 yang posisinya masih di bawah rata-rata global. Artinya, dunia usaha di Indonesia masih harus berjuang melewati hambatan-hambatan struktural.

Sophia juga ngasih warning soal risiko global. Berdasarkan Global Risk Report 2025 dari World Economic Forum, Indonesia akan ketemu tantangan serius kayak disinformasi, serangan siber, cuaca ekstrem, sampai ketidakpastian geopolitik.

Baca Juga :  Kesempatan Emas Menjadi Trainer UKM Bersertifikat BNSP Secara Gratis

Makanya, lewat forum RGS 2025 ini, OJK ngajak semua pihak buat serius ngejalanin prinsip GRC. Tujuannya bukan cuma soal tata kelola keuangan, tapi juga demi layanan publik dan dunia usaha yang lebih sehat.

“OJK berkomitmen terus dorong awareness pentingnya governance. Ini bagian dari mengawal pembangunan Indonesia,” tutupnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB