Buruh Jahit di Pekalongan Kaget Dituduh Belanja Kain Rp 2,9 Miliar: “Rp50 Juta Saja Belum Pernah Lihat!”

- Penulis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ismanto warga Coprayan, Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jumat (8/8/2025). Dia diklarifikasi petugas pajak soal transaksi pembelian kain Rp 2,9 miliar. (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)

Ismanto warga Coprayan, Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jumat (8/8/2025). Dia diklarifikasi petugas pajak soal transaksi pembelian kain Rp 2,9 miliar. (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)

SUARAMUDA.NET, PEKALONGAN — Ismanto (32), buruh jahit harian di Pekalongan, hampir tak percaya ketika petugas pajak datang membawa kabar mengejutkan: namanya tercatat melakukan transaksi pembelian kain senilai Rp 2,9 miliar!

Padahal, warga Coprayan, Kecamatan Buaran ini mengaku penghasilannya hanya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari.

“Uang Rp 50 juta aja belum pernah lihat, apalagi miliaran. Uang tabungan 4 tahun saja cuma Rp 10 juta,” ujarnya dengan nada lemas saat ditemui di rumah, Jumat (8/8/2025).

Surat dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pekalongan itu menyebut transaksi terjadi pada 2021, bahkan melibatkan perusahaan di Boyolali—tempat yang menurut Ismanto sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Ia curiga ada yang menyalahgunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya.

Kepala KPP Pratama Pekalongan, Subandi, membenarkan surat itu resmi dan kunjungan petugas hanya untuk klarifikasi.

Baca Juga :  Didukung OJK, Gubernur Ahmad Luthfi Gagas Forum Perbankan dan Industri Keuangan

“Itu nilai transaksi, bukan pajaknya. Kalau benar NIK dipakai tanpa izin, ya kita telusuri,” jelasnya.

Subandi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan meminjamkan KTP atau NPWP. “Kalau ada transaksi aneh atas nama kita, segera lapor,” tegasnya.

Kasus Ismanto kini masih diselidiki untuk memastikan apakah benar ia menjadi korban penyalahgunaan identitas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB