Horok-Horok: Warisan Lezat dari Masa Penjajahan yang Tetap Jadi Primadona Kuliner Jepara

- Penulis

Rabu, 23 Juli 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Horok-horok, makanan khas Jepara, yang disajikan dengan sate kikil. (dok istimewa)

POV: Horok-horok, makanan khas Jepara, yang disajikan dengan sate kikil. (dok istimewa)

SUARAMUDA.NET, JEPARA —Di tengah keragaman kuliner Indonesia, Jepara memiliki satu makanan khas yang unik dan sarat nilai sejarah: Horok-horok.

Makanan berbentuk butiran kecil bertekstur kenyal ini terbuat dari tepung aren dan kerap dijadikan pendamping lauk seperti pecel, sate kikil, hingga pindang serani.

Sekilas, horok-horok menyerupai tiwul, namun bahan dasarnya berbeda. Jika tiwul berasal dari singkong, horok-horok menggunakan tepung dari pohon aren, menciptakan rasa gurih alami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses memasaknya yang memakan waktu lama dengan campuran garam menjadi rahasia kelezatan dan tekstur khas makanan ini.

Yang menarik, penyajian horok-horok masih mempertahankan keaslian tradisi lokal. Hingga kini, para penjual di Jepara tetap membungkusnya dengan daun jati atau daun pisang, menghadirkan aroma khas yang memperkaya cita rasa.

Baca Juga :  Begini Seluk-Beluk Hari Pramuka yang Diperingati Tiap Tanggal 14 Agustus

Jejak Sejarah Horok-horok: Tumbuh dari Krisis, Bertahan karena Cinta Tradisi

Horok-horok bukan sekadar makanan, tetapi cermin perjuangan rakyat Jepara pada masa penjajahan Jepang antara tahun 1942 hingga 1945.

Saat itu, Jepang melarang masyarakat mengonsumsi nasi demi menguasai hasil panen beras. Kondisi ini memaksa warga mencari sumber pangan alternatif.

Untungnya, pohon aren tumbuh subur di wilayah Jepara. Dari batang pohon tersebut, masyarakat mengolahnya menjadi tepung, lalu menciptakan horok-horok sebagai pengganti nasi.

Rasanya mungkin sederhana, tetapi nilai sejarah dan semangat bertahan hidup yang dikandungnya sangatlah besar.

Pasca-kemerdekaan, horok-horok tidak ditinggalkan begitu saja. Sebaliknya, makanan ini terus bertahan dan bahkan menjadi ikon kuliner Jepara.

Baca Juga :  Santri Aceh Tembus Juara 3 Nasional di Festival Video Gen Z DPD RI Award 2025: Alhamdulillah!

Kini, horok-horok bukan lagi simbol keterbatasan, melainkan kebanggaan lokal yang banyak dicari wisatawan dan pecinta kuliner tradisional.

Cita Rasa Lokal, Warisan Nasional

Horok-horok membuktikan bahwa makanan tradisional bisa tetap relevan dan digemari meskipun zaman terus berubah.

Dari pasar tradisional hingga hajatan warga, horok-horok hadir sebagai makanan pelengkap yang menyatukan rasa dan sejarah dalam satu suapan.

Jika Anda berkunjung ke Jepara, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi horok-horok.

Rasakan kenyalnya, nikmati gurihnya, dan hayati cerita perjuangan di balik setiap butirannya. Horok-horok bukan hanya makanan—ia adalah warisan budaya yang hidup. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 55 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB