India Tegas Tolak Pembentukan Mata Uang BRICS Jelang KTT 2025 di Brasil, Ada Apa?

- Penulis

Minggu, 6 Juli 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para pemimpin menghadiri Forum Bisnis BRICS di China pada 4 September 2017. FOTO/Reuters

Para pemimpin menghadiri Forum Bisnis BRICS di China pada 4 September 2017. FOTO/Reuters

SUARAMUDA.NET., SEMARANG – Salah satu hal menarik menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 yang digelar di Rio de Janeiro pada 6–7 Juli 2025 adalah soal wacana pembentukan mata uang tunggal.

Namun menjelang KTT berlangsung, Pemerintah India justru secara tegas menyatakan tidak akan mendukung pembentukan mata uang bersama aliansi ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS).

Sikap tersebut disampaikan langsung oleh dua pejabat tinggi India menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 yang akan digelar di Rio de Janeiro pada 6–7 Juli 2025.

Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, menegaskan posisi negaranya sejak Februari lalu.

“Kami tidak mendukung mata uang BRICS manapun,” ujar dia, dikutip dari Watcher Guru, Jumat (4/7/2025).

Pernyataan itu diperkuat oleh Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, yang mengatakan, “Saya rasa tidak ada kebijakan dari pihak kami untuk menggantikan dolar AS.”

Isyarat Politik

Pernyataan ini dinilai sebagai isyarat diplomatik yang ditujukan langsung kepada dua kekuatan utama dalam BRICS, yaitu China dan Rusia.

Baca Juga :  Saksikan Langsung 65 Jurnalis Asing: Kebenaran di Balik Serangan Mematikan Ukraina ke Asrama Mahasiswa Starobilsk

India ingin menegaskan bahwa mereka tidak akan ikut dalam wacana dedolarisasi yang menjadi agenda strategis sebagian anggota BRICS lainnya.

Sikap India mencerminkan dinamika internal BRICS yang semakin kompleks. Di tengah dorongan untuk memperluas kerja sama ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, negara-negara anggota justru menunjukkan perbedaan visi dan kepentingan nasional.

Tidak ada kebijakan tunggal yang bisa diterapkan secara seragam di antara anggota BRICS, karena masing-masing negara memiliki orientasi ekonomi dan geopolitik yang berbeda. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB