Soal Serangan Israel ke Iran, Pengamat Sino-Nusantara Institute, Zuhri: Israel Patut Dikecam!

- Penulis

Senin, 16 Juni 2025 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Syaifuddin Zuhri, Rois Syuriah PCINU Tiongkok Periode 2021-2023 yang kini menjabat sebagai Direktur Sino-Nusantara Institute dan Dosen UIN Walisongo Semarang

Ahmad Syaifuddin Zuhri, Rois Syuriah PCINU Tiongkok Periode 2021-2023 yang kini menjabat sebagai Direktur Sino-Nusantara Institute dan Dosen UIN Walisongo Semarang

SUARAMUDA, SEMARANG – Israel melancarkan sejumlah serangan ke berbagai fasilitas nuklir di wilayah Iran, termasuk Ibu Kota Teheran, pada Jumat (14/6/2025) dini hari.

Serangan Israel ini menewaskan sejumlah petinggi militer dan ahli nuklir Negeri Persia, termasuk penghubung komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS), Ali Shamkhani.

Pengamat hubungan internasional Sino-Nusantara Institute Ahmad Syaifuddin Zuhri menilai, serangan Israel terhadap Iran patut dikecam karena melanggar hukum internasional dan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang pertama, ini jelas melanggar pelanggaran hukum internasional dan piagam PBB,” kata Zuhri, alumnus Nanchang University Tiongkok, Minggu (15/6/2025) malam.

Baca Juga :  Pemilu, Rakyat Singapura Mencintai Partai Aksi Rakyat dan Perdana Menteri Lawrence Wong

“Ini terutama, terkait dengan prinsip larangan ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial dan kedaulatan negara,” ucap dosen FISIP UIN Walisongo Semarang itu.

Pantas Dikecam

Zuhri mengatakan, Israel telah menyalahi aturan hukum internasional.

“Sehingga apa yang dilakukan Israel ini patut dikecam,” kata dia.

Kecaman ini tentu, kata Zuhri, tidak hanya berkaitan dengan serangan Israel ke Teheran, Iran, tetapi juga rangkaian serangan yang dilakukan kepada Palestina.

Untuk mencegah eskalasi konflik yang semakin memanas, alumnus S-1 Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang itu berharap agar pemerintah Indonesia bisa mengambil peran penting.

Baca Juga :  Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Direktur Sino-Nusantara Institute itu mendorong Indonesia melalui gerakan-gerakan multilateral dan menghentikan kekejaman Israel.

“Jadi, Indonesia harus dengan gencar melakukan diplomasi bilateral maupun multilateral terkait serangan Israel ke Iran tersebut, “ujarnya.

Zuhri menegaskan, Indonesia bisa mendorong lewat jalur-jalur PBB maupun jalur multilateral yang lain untuk bisa menghentikan apa yang dilakukan Israel ke Iran kali ini.

Untuk diketahui, eskalasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas usai aksi serang Israel vs Iran. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Lagi dan Lagi! Bupati Pemalang Tertangkap OTT KPK
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:47 WIB

Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:34 WIB

Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata

Senin, 27 Juli 2026 - 22:44 WIB

Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif

Berita Terbaru

Logo Telegram. Gambar: Freepik

KILAS GLOBAL

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:43 WIB