Ikuti Pelatihan Bersama Rosatom dan IAEA, Peneliti BRIN Kunjungi PLTN Kalininskaya Rusia

- Penulis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peneliti BRIN bersama peserta kursus pelatihan teknis tentang pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang diselenggarakan oleh Technical Academy Rosatom dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)/ dok istimewa

Peneliti BRIN bersama peserta kursus pelatihan teknis tentang pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang diselenggarakan oleh Technical Academy Rosatom dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)/ dok istimewa

SUARAMUDA, MOSKOW, RUSIA — Bersama 22 peserta lain dari 18 negara, Indonesia mengikuti kursus pelatihan teknis tentang pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang diselenggarakan oleh Technical Academy Rosatom dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari prinsip-prinsip dan aspek kunci dalam pemilihan lokasi PLTN, termasuk evaluasi faktor geologi, seismik, iklim, sosial, serta keamanan fisik fasilitas nuklir.

Selain sesi kelas, para peserta juga melakukan kunjungan ke PLTN Kalininskaya di Rusia. Di sana, Wakil Kepala Insinyur untuk Keamanan dan Keandalan PLTN, Evgeny Solovyev, memaparkan sejarah dan operasional stasiun tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Misi utama PLTN Kalininskaya adalah menghasilkan listrik yang ramah lingkungan dengan prioritas mutlak pada aspek keamanan, “jelas Solovyev.

Peneliti BRIN bersama peserta kursus pelatihan teknis tentang pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang diselenggarakan oleh Technical Academy Rosatom dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)/ dok istimewa

“Dengan mematuhi standar keamanan tinggi, kami menjamin pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung perkembangan sektor sosial, “ungkapnya.

Baca Juga :  Semangat Santri Nusantara di Damaskus: Peran Ilmu dan Akhlak untuk Umat

Ia juga menekankan bahwa pemantauan radiasi secara rutin menunjukkan dampak minimal terhadap lingkungan.

“Tingkat radiasi di sekitar PLTN tidak melebihi latar belakang alami yang tercatat sebelum pembangunan reaktor pertama, “tambahnya.

Pengalaman Praktik Langsung di PLTN

Selama kunjungan teknis, peserta diajak melihat ruang turbin unit pertama dan ruang kendali unit ketiga PLTN Kalininskaya.

Program pelatihan ini juga mencakup kuliah dan sesi praktik bersama pakar IAEA dan Rosatom, termasuk:
– John Haddad, Insinyur Infrastruktur Nuklir IAEA
– Michael Salmon, Ahli Keamanan Fisik Nuklir IAEA
– Arzu Altay, Pakar Internasional dari Turki
– Denis Kriventsov, Kepala Departemen Survei Teknik Atomenergoproekt
– Maria Oseeva, Manajer Proyek Internasional Rosatom International Network

Dampak bagi Negara Peserta

Baca Juga :  Delegasi Partai Golkar Berpartisipasi dalam Forum Anti-Neokolonialisme dan Simposium BRICS-Eropa di Sochi Rusia

Salah satu peserta, Cho Zayer Win, perwakilan Kementerian Energi Myanmar, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi negaranya yang baru memulai program energi nuklir.

“Kursus ini memberikan gambaran lengkap tentang kriteria pemilihan lokasi dan memperdalam pemahaman saya tentang budaya keselamatan. Pengetahuan ini akan diterapkan untuk mendukung pengembangan energi nuklir di Myanmar, “katanya.

Sementara itu peserta dari Indonesia, Nugroho Ari (Kepala Kelompok Penelitian di Badan Riset dan Inovasi Nasional/ BRIN), turut serta dalam program ini.

IAEA terus mendukung negara-negara yang mengembangkan program energi nuklir, dengan fokus pada kepemimpinan, budaya keselamatan, dan sistem manajemen terintegrasi.

Di akhir pelatihan, seluruh peserta menerima sertifikat sebagai tanda kelulusan.

Program semacam ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama global dalam pengembangan energi nuklir yang aman dan berkelanjutan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB