Cemari Lingkungan, Warga Segel Tambak Udang PT DGS di Jember

- Penulis

Minggu, 11 Mei 2025 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, JEMBER – Aksi penolakan warga terhadap usaha tembak udang yang merusak ekosistem lingkungan di Desa Kepanjen dan Mayangan, Gumukmas, Jember terus berlanjut.

Pasalnya, hal ini sudah ditegaskan oleh masyarakat baik melalui pengaduan masalah kepada bupati dan DPRD dengan pengiriman surat, audiensi, maupun demonstrasi yang beberapa kali telah dilakukan beberapa bulan yang lalu.

Selain itu, belum lama ini warga juga mengirim surat laporan kepada DPRD untuk menindaklanjuti janji penutupan tambak udang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sayangnya, tindakan tersebut tidak menemukan respon intensif dari pemerintah. Pemerintah bahkan tidak tegas dalam menanggapi isu tersebut.

Salah satu warga Kepanjen yang tinggal disekitar lokasi mengatakan bahwa usaha tambak udang di wilayahnya menghasilkan limbah cair yang mencemari lingkungan, kondisi ini membuat tanah tidak produktif, sehingga ladang tidak bisa ditanami.

“Sudah kurang lebih 15 tahun, lahan pertanian saya tidak bisa ditanami padi gara-gara keberadaan tambak udang ini, “ujar petani Kepanjen, yang enggan disebutkan namanya.

Diketahui, selain mematikan fungsi lahan, limbah yang telah bercampur dengan zat kimia juga merusak ekosistem biota laut.

Baca Juga :  Benarkah Lewat Veddriq Leonardo Indonesia Raih Medali Emas Pertama di Olimpiade 2024, Cek Di sini!

Imbasnya, para nelayan harus mencari ikan lebih jauh dari wilayah pesisir. Tentu hal ini merupakan resiko besar yang berdampak pada keselamatan masyarakat nelayan.

Di sisi lain, justru pemerintah masih terlihat abai terhadap kondisi masyarakat Kepanjen dan Mayangan.

Unjuk Rasa Warga

Untuk mensinyalir bentuk kekecewaan, ratusan warga kembali menggelar aksi dan unjuk rasa mendorong penutupan usaha tambak udang tersebut secara mandiri.

Selain dari warga aksi diikuti oleh beberapa organ termasuk PMII, Aksi Kamisan Jember, dan Koalisi Perempuan Indonesia.

Aksi pembekuan tersebut dilakukan pada hari Jum’at (9/052025) dengan menyegel pintu utama perusahaan tambak udang milik PT Delta Guna Sukses (DGS).

Supaya usaha aksi pembekuan dilakukan secara aman, para warga meminta seluruh karyawan keluar untuk memastikan perusahaan tidak beroperasi kembali.

Listrik tambak juga dimatikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

Sejauh ini, aksi berjalan kondusif, tidak ada tindakan kekerasan. Pihak aparat kepolisian juga turut mendampingi warga dan menyampaikan aspirasi.

Tokoh masyarakat Kepanjen, Arif Sukoco, menuturkan para polisi di daerahnya adalah mitra masyarakat.

Baca Juga :  Muhammadiyah Berencana Buka Kampus di Kamboja, Apakah ini Bagian dari Internasionalisasi Gerakan?

“Polisi di sini tak lain merupakan teman kita, mereka (seharusnya) mengawasi dan juga mengayomi masyarakat (termasuk) tindakan penyegelean PT DGS, “ujar Arif.

Ia juga menegaskan jika pemerintah tidak merespon serius persoalan ini, maka aksi selanjutnya akan dilakukan dengan massa yang lebih besar.

Harapan warga, penutupan tambak udang PT DGS bisa menjadi langkah menghidupkan kembali lahan produktif mereka, dan padi bisa ditanam dengan hasil yang lebih baik.

Sementara itu, juru bicara PC PMII Jember, Tohirin menegaskan sudah seharusnya mahasiswa bergerak membersamai masyarakat bawah untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara.

“Dalam hal ini, hak untuk menyampaikan pendapat serta memperoleh lingkungan yang tidak tercemar. Masyarakat menjalankan aksi dengan damai meskipun harus menunggu lama serta dilanda hujan deras, “imbuhnya.

Wakapolres Jember, Ferry, menegaskan pihaknya siap menerima laporan warga hingga ada tindakan tegas dari pemerintah terkait penutupan PT DGS secara permanen.

“Jika terdapat pegawai yang berusaha mengoperasikan kembali tambak udang tersebut, maka laporkan kepada kami dan ketua Kelompok Tani Kepanjen, “ujarnya. (Red)

Penulis: Novia Ulfa Isnaini

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB