Pentingnya Pemahaman Digital Guru dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

- Penulis

Jumat, 9 Mei 2025 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Beatrix Aweida Badii, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Cenderawasih

Beatrix Aweida Badii, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Cenderawasih

Oleh: Beatrix Aweida Badii *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Perkembangan digital telah membawah dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, dan salah satunya dalam dunia pendidikan.

Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini tidak hanya menyediakan akses yang lebih luas terhadap berbagai sumber belajar. Namun digitalisasu sangat berkontribusi besar bagi para guru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu terutama dalam mengelola sumber kajian yang relevan dengan teori-teori yang ada di sekolah. Sehingga, para guru dapat memberikan edukasi terhadap peserta didik dengan lebih mudah dan optimal.

Diakui atau tidak, kehadiran digital menjadi suatu hal yang dapat mempermudah untuk memberikan edukasi kepada peserta didik di sekolah.

Dengan pemanfaatan teknologi, guru memiliki kesempatan untuk meenciptakan pembelajaran yang lebih dinamis, inovatif, dan interaktif.

Teknologi memungkinkan pengemasan materi ajar yang lebih menarik dan kontekstual sehingga ajaran dapat tersampaikan dengan metode yang efektif dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Baca Juga :  Guru dan Fenomena Distribusi Guru dalam Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Pendidikan merupakan salah satu elemen penting dalam membangun kemajuan suatu bangsa. Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, dunia pendidikan mengalami perubahan signifikan, salah satunya adalah hadirnya era digital.

Digitalisasi membawa dampak besar terhadap cara belajar mengajar, yang mempengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan. Oleh karenanya, peran guru menjadi salah satu aspek yang tetap krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Guru sebagai tenaga pendidikan dan penggerak utama dalam sistem pendidikan harus dapat beradaptasi dengan teknologi guna menciptakan pembelajaran yang lebih baik dan relevan di era digital ini.

Kondisi ini menjadikan semua guru mata pelajaran memiliki rasa tanggung jawab besar untuk mengelola tantangan era digital secara bijaksana.

Sehingga, mereka tetap dapat menanamkan nilai-nilai moral, akhlak dan spritual yang kokoh kepada peserta didik. Tentunya, dengan menjadikan digitalisasi sebagai indikator atau fasilitas utama untuk dapat mengakses dan mempermudah mengolah sumber data yang relevan.

Baca Juga :  Ketika Jalan Menuju Sehat Masih Berlubang: Refleksi Kritis atas Pemberantasan TBC di Indonesia

Seiring dengan perkembangan zaman, digitalisasi dapat menjadi pilar prioritas dalam upaya guru mengkritisi berbagai pokok persoalan yang kemudian sedang memperhambat dalam kegiatan memberikan edukasi yang lebih optimal diberbagai sekolah.

Pemahaman digital bagi para guru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya mengembangkan pendidikan yang adaptif, relevan dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman, tanpa kehilangan substansi utama dalam edukasi.

Selain itu, dengan daya dukung digital peserta didik akan memiliki daya inspiratif, inovatif, dan menjadi lebih produktif. Hal ini akan mendorong peserta didik dapat dengan mudah mengambil bagian terpenting dalam mencapai Indonesia Emas 20245. (Red)

*) Beatrix Aweida Badii, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Cenderawasih
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB