Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bangka Melalui Sistem Pembayaran Non-Tunai Berbasis QRIS

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 00:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Feby Melysa, Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bangka Belitung

Feby Melysa, Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Feby Melysa *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat melakukan transaksi ekonomi.

Salah satu inovasi penting dalam sistem pembayaran di Indonesia adalah hadirnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

QRIS memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran dari berbagai aplikasi keuangan digital dalam satu kode QR yang terintegrasi. Inovasi ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk di Pulau Bangka.

Pulau Bangka merupakan salah satu daerah kepulauan yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi lokal. Selain sektor pertambangan, ekonomi Bangka juga ditopang oleh UMKM di sektor kuliner, kerajinan, perikanan, dan pariwisata.

Namun, masih banyak pelaku usaha kecil yang bergantung pada sistem pembayaran tunai dan belum terhubung dengan layanan keuangan formal. Di sinilah peran QRIS menjadi penting, karena dapat memperluas akses ke sistem keuangan digital secara cepat dan efisien.

Baca Juga :  Islam Moderat di Era Media Baru: Menjaga Adab Virtual dan Fatwa Digital

Dengan QRIS, pelaku usaha tidak perlu lagi memiliki berbagai mesin EDC atau aplikasi berbeda untuk menerima pembayaran.

Cukup satu kode QR, mereka dapat menerima pembayaran dari berbagai platform seperti Gopay, OVO, Dana, ShopeePay, dan mobile banking. Hal ini tidak hanya memudahkan konsumen, tetapi juga menghemat biaya dan waktu bagi penjual.

Selain kemudahan transaksi, QRIS juga mendorong inklusi keuangan. UMKM yang menggunakan QRIS otomatis tercatat dalam sistem perbankan, sehingga membuka peluang untuk mendapatkan akses pembiayaan usaha atau program pemerintah berbasis data transaksi.

QRIS juga membantu pelaku usaha mencatat transaksi secara digital, yang merupakan langkah awal menuju pengelolaan keuangan yang lebih baik dan profesional.

Di sektor pariwisata Bangka, QRIS bisa menjadi alat penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang nyaman dan modern.

Wisatawan lokal dan mancanegara cenderung memilih pembayaran digital untuk alasan kepraktisan dan keamanan. Tempat wisata, toko oleh-oleh, dan pelaku usaha di kawasan wisata bisa memanfaatkan QRIS untuk meningkatkan daya saing.

Baca Juga :  Dua Wajah Kekuasaan: Saat London Menjual Ketakutan di Dalam Negeri dan Membeli Pengaruh di Luar Negeri

Namun, penerapan QRIS juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan literasi digital, minimnya edukasi, dan belum meratanya akses internet di beberapa wilayah.

Untuk mengatasi hal ini, perlu ada kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan secara berkelanjutan.

Kesimpulannya, QRIS merupakan inovasi yang dapat memperkuat fondasi ekonomi digital di Bangka.

Dengan meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses keuangan, dan memperbaiki manajemen keuangan UMKM, QRIS bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal.

Keberhasilan implementasi QRIS di Bangka akan bergantung pada dukungan berbagai pihak dalam memastikan adopsi teknologi ini merata dan berkelanjutan. (Red)

*) Feby Melysa, Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB