Bijak Mengelola Perkebunan Sawit di Bangka Belitung

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nadzilla Putri Aida, mahasiswa Manajemen, Universitas Bangka Belitung

Nadzilla Putri Aida, mahasiswa Manajemen, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Nadzilla Putri Aida *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Perkebunan kelapa sawit kini menjadi pemandangan di daerah Bangka Belitung. Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari tanaman ini baik sebagai petani, pekerja kebun, maupun pelaku usaha kecil yang bergantung pada hasil sawit.

Kelapa sawit ini memiliki banyak sekali manfaat terutama dalam meningkatkan ekonomi warga di Bangka Belitung. Tapi, di balik keuntungan tersebut terdapat hal penting yang harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi masalah di kemudian harinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah masalah lahan perkebunan. Banyak kebun sawit dibuka di atas lahan yang sebelumnya merupakan hutan bahkan tanah yang dulu digunakan masyarakat.

Jika tidak diatur dengan baik hal ini bisa menimbulkan konflik warga dengan perusahaan atau pun antar warga sekitar.

Oleh karena itu kita perlu mendorong pelaku sawit menjalankan pengelolaan secara adil dan terbuka di mana masyarakat harus dilibatkan sejak awal dalam perencanaan pembukaan kebun sawit dan masyarakat juga diberikan hak suara untuk menyampaikan pendapat mereka.

Baca Juga :  Pengaruh Literasi Keuangan Syariah terhadap Minat Menabung di Bank Syariah

Sisi Lain Dampak Pembukaan Lahan Sawit

Masalah lainnya yang mungkin akan timbul adalah kesenjangan ataupun perbedaan antara petani kecil dan perusahaan besar di mana perusahaan biasanya mempunyai modal dan peralatan yang cukup lengkap.

Sementara, petani kecil sedikit kesulitan mendapatkan alat-alat penunjang seperti pupuk,bibit yang unggul dan juga pelatihan cara merawat sawit yang baik.

Akibatnya, hasil kebun dari petani kecil tidak maksimal. Pemerintah dan pihak terkait perlu turun dengan memberikan pelatihan, akses pasar yang lebih baik agar petani lokal bisa ikut sejahtera dan juga memberikan bantuan alat kepada para petani lokal.

Kita juga perlu memperhatikan para pekerja di kebun sawit tersebut. Mereka mempunyai peran yang besar dalam menjaga agar perkebunan berjalan dengan lancar.

Tapi seringkali, mereka bekerja tanpa perlindungan keselamatan yang memadai dan mendapatkan upah yang tidak layak.

Hal tersebut harus menjadi perhatian bersama agar semua orang yang terlibat dalam industri sawit tersebut mendapatkan perlakuan yang seadil-adilnya.

Baca Juga :  Ingat, DPR Itu Karyawan Rakyat Bukan Bos!

Selain itu juga, jangan sampai kita melupakan masalah lingkungan. Perkebunan sawit harus tetap menjaga alam agar tanah, udara, dan air tidak rusak akibat perkebunan sawit.

Perkebunan sawit yang dikelola dengan baik dan bijak bisa tetap menghasilkan tetapi juga menjaga hutan dan alam sekitar tetap lestari dan terjaga.

Kesimpulannya, sawit bisa menjadi berkah bagi masyarakat yang ada di Bangka Belitung jika dikelola dengan baik.

Semua pihak baik dari pemerintahan, perusahaan, petani, dan masyarakat perlu bekerja sama agar perkebunan sawit yang ada di Bangka Belitung ini bisa menjadi sumber perhitungan yang ramah lingkungan, adil, dan dapat berkelanjutan.

Dengan manajemen yang bijak, kita tidak hanya bisa menikmati hasil sawit sekarang, tetapi juga menjaga untuk anak cucu kita kelak. (Red)

*) Nadzilla Putri Aida, mahasiswa Manajemen, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB