Optimalisasi Potensi Lokal Melalui Penguatan UMKM dan Dampaknya Terhadap Kinerja Ekonomi

- Penulis

Minggu, 4 Mei 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dinda, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Dinda, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Dinda *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Jumlah UMKM di Indonesia mencapai 99% dari total jumlah unit usaha di Indonesia dan menyumbang 60,5% PDB Indonesia serta mampu menyerap 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional (Kemenko, 2022).

Pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah ini pada dasarnya bertujuan untuk memperkuat kapasitas lembaga-lembaga ekonomi rakyat, seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), melalui penciptaan sentra-sentra produk unggulan daerah yang sesuai dengan karakter budaya dan potensi wilayah setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian lokal, termasuk di wilayah Bangka Belitung, khususnya Kota Pangkalpinang.

Sebagai ibu kota provinsi, Pangkalpinang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan—di mana mayoritas pelaku usaha didominasi oleh sektor mikro, kecil, dan menengah.

UMKM di Bangka Belitung, khususnya di Kota Pangkalpinang, mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data tahun 2024, tercatat 27.864 unit UMKM aktif di Pangkalpinang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya
UMKM tidak hanya berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat.

Berbagai sektor UMKM berkembang di Pangkalpinang, namun yang paling menonjol adalah kuliner lokal. Selain itu, sektor jasa seperti laundry dan salon juga tumbuh pesat di kawasan perkotaan.

Baca Juga :  Tindak Tegas Mafia Timah, Momentum Perbaikan Tata Kelola Tambang

Namun, dengan dukungan program pemberdayaan dari pemerintah daerah, banyak pelaku usaha kini mulai memahami pentingnya pencatatan keuangan dan legalitas usaha

Meskipun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam pengelolaan usaha, terutama dalam hal pencatatan dan pelaporan keuangan yang memadai.

Menurut penelitian Hasyim (2013), 77,5% Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak memiliki laporan keuangan. Sementara, 22,5% UMKM lainnya memiliki laporan keuangan.

Padahal Laporan keuangan memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan (UMKM), karena bisa memudahkan kinerja usaha, mengetahui posisi keuangan, memudahkan pengembangan usaha, membuka akses permodalan yang bisa meyakinkan investor atau lembaga keuangan, seperti bank, bahwa usaha seseorang layak mendapatkan dukungan modal.

Dengan memahami konsep dasar keuangan, pelaku UMKM dapat menghindari kesalahan umum seperti pencampuran keuangan pribadi dan usaha, penggunaan utang yang tidak terkontrol, atau pengambilan keputusan yang tidak berdasarkan data keuangan.

Namun, dengan dukungan program pemberdayaan dari pemerintah daerah, UMKM akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, memperluas pasar, serta mengakses sumber pembiayaan yang lebih formal dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Merindukan Substansi "Ngopi Masa Lalu" untuk Indonesia Masa Kini

Jenis Laporan Keuangan

UMKM dapat memulai dengan tiga jenis laporan keuangan yang sederhana namun efektif. Laporan arus kas, yang menggambarkan aliran kas masuk dan keluar, sangat penting agar pemilik usaha mengetahui kesehatan keuangan harian.

Laporan laba rugi menggambarkan pendapatan dan pengeluaran, membantu pemilik usaha menilai apakah mereka memperoleh keuntungan atau kerugian.

Sedangkan neraca keuangan memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu, menilai apakah usaha memiliki lebih banyak aset atau utang.

Ketika pelaku UMKM bisa menerapkan laporan keuangan ini dengan baik, mereka dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi pemborosan.

Keputusan yang lebih cerdas terkait pengelolaan modal dan biaya akan berimbas langsung pada peningkatan daya saing, yang pada gilirannya dapat memperkuat perekonomian lokal di Bangka Belitung.” (Red)

*) Dinda, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB